Kelakar Megawati yang Sering Dilupakan Jadi Wapres

Kelakar Megawati yang Sering Dilupakan Jadi Wapres

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 15 Agu 2017 11:43 WIB
Kelakar Megawati yang Sering Dilupakan Jadi Wapres
Megawati (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menyampaikan guyonan saat menyampaikan pidato dalam kegiatan dialog kebangsaan LIPI. Mega mengungkapkan dirinya sering dilupakan sebagai wakil presiden.

"Bicara soal LIPI, tentu ada kaitan dengan arsip nasional, perpustakaan nasional, dengan museum nasional yang dari waktu dulu sejak wapres, terus terang Pak Harris, saya ini sering dilupakan sering dijadikan wapres. Memang akibat apa? Aturan," ungkap Mega di Auditorium Utama LIPI lantai 2, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).

Mega kemudian melanjutkan candaannya bahwa waktu itu dia pernah disodori soal pensiunan oleh sekretariat negara. Namun ada pertanyaan unik yang diberikan kepadanya, yaitu Mega diminta memilih pensiun sebagai presiden atau wakil presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika saya selesai, sedikit intermezzo, lalu saya disodori oleh sekretariat negara untuk pensiun saya. Aneh menurut saya. Karena ditanyanya begini. Masih dipanggil Ibu Presiden. Tapi pertanyaannya gini. Ibu Presiden mau milih pensiunnya sebagai presiden atau wakil presiden? Lah saya mikir, lho aneh menurut saya. Jadi kalau saya pilih wakil presiden, yang urusan presiden tidak diakui. Kalau milih presiden, wakil presiden saya tidak diakui. Dan kenyataan ya begitu pensiun, saya cuma satu," ujar Mega, yang disambut tawa oleh peserta yang hadir.

Tawa peserta semakin keras saat Mega menanyakan soal perbedaan pensiunan presiden dan wakil presiden. Akhirnya waktu itu dia memilih pensiun sebagai presiden karena dianggap lebih keren.

"Jadi saya bilang praktis saja. Beda nggak sih pensiun wapres sama presiden? Ini uniknya Indonesia, barangkali oleh LIPI diteliti mengapa begitu. Jadi sekretaris negara waktu itu mengatakan, 'Ndak Bu, ndak terlalu jauh'. Ya supaya keren, saya pilih jadi presiden. Inilah Indonesia kita, keunikan kita," tutur Mega, yang lagi-lagi disambut tawa peserta.

Sementara itu, hadir dalam kegiatan dialog kebangsaan bertemakan 'Mengelola Keberagaman dan Meneguhkan Keindonesiaan' ini Menristekdikti M Nasir dan sejumlah pejabat utama LIPI. Ada juga Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka.

Rencananya, seusai pidato yang disampaikan oleh Mega ini, akan dilanjutkan oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono juga rencananya hadir dalam dialog tersebut. (knv/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads