WHO Ingatkan Ratusan Orang di Indonesia Bisa Sebarkan Polio
Kamis, 12 Mei 2005 17:07 WIB
Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO optimis serangan virus polio liar yang terus menyebar di sejumlah daerah di Indonesia bisa diatasi segera. Namun badan kesehatan PBB itu mengingatkan, ratusan orang bisa saja menyebarkan penyakit itu tanpa menunjukkan gejala-gejala menderita polio.Demikian disampaikan Oliver Rosenbauer, seorang juru bicara WHO untuk pemberantasan polio, seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Kamis (12/5/2005). Dicontohkannya, dari 4 anak saja yang dinyatakan positif menderita polio, maka ada ratusan orang yang berpotensial membawa virus ini. Mereka inilah yang disebut berstatus kontak yang tidak mengalami kelumpuhan, tetapi tetap terinfeksi virus. Dan mereka bisa menyebarkan virus tersebut pada orang-orang di lingkungannya.Berdasarkan data WHO, hanya 1 dari 200 orang yang terinfeksi virus polio yang benar-benar jatuh sakit dan mengidap polio. Itu artinya, dengan 4 kasus positif polio itu, maka sebanyak 800 orang tanpa disadari mungkin membawa virus itu dan menyebarkannya ke orang-orang di sekitarnya. "Itu bisa menyebar dengan sangat cepat tanpa diketahui orang-orang," ujar Rosenbauer. Sejauh ini di Indonesia, sudah 6 anak yang dinyatakan positif menderita polio. Silakan hitung sendiri berapa ratus bahkan mungkin seribuan orang yang tidak mengalami kelumpuhan tetapi terinfeksi virus polio. Mereka pun bisa menyebarkan virus itu ke lingkungannya.Virus polio yang biasanya menginfeksi anak-anak ini, menyerang sistem saraf serta menimbulkan kelumpuhan dan kadang kala bahkan kematian. Penyakit itu telah diberantas dari dunia, kecuali di Nigeria, India, Pakistan, Niger, Afghanistan dan Mesir.Indonesia tidak mengalami kasus polio sejak tahun 1995 silam. Jadi timbulnya kasus polio di Jawa Barat baru-baru ini merupakan kali pertama dalam satu dekade. Meski menyerang anak-anak balita, namun para remaja dan orang dewasa juga bisa terinfeksi. Namun jarang sekali sampai jatuh sakit. Akan tetapi, Rosenbauer mengingatkan, mereka tetap bisa menularkan penyakit tersebut.
(ita/)











































