Siap Dikonfrontir, Nazar Ngaku Tak Terima Dana Taktis
Kamis, 12 Mei 2005 16:53 WIB
Jakarta - Meski Kepala Biro Keuangan Hamdani Amien sudah buka kartu, tapi Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin tetap dengan pendiriannya. Dia mengaku tidak menerima dana taktis KPU. Dia siap dikonfrontir dengan Hamdani. Nazaruddin - sering disapa Nazar - juga membantah pernyataan Mulyana W Kusumah tentang penggunaan dana taktis KPU untuk menyuap auditor BPK Khairiansyah Salman. Sebelumnya, Mulyana menyatakan, Nazar mengetahui dan menyetujui penggunaan uang itu. Masih banyak bantahan Nazar terkait isu korupsi di KPU itu. Berikut petikan wawancara wartawan dengan Nazar usai melantik anggota KPU NAD dan Kalimantan Selatan di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (12/5/2005) selengkapnya: Dana taktis disetujui ketua KPU?Saya tidak tahu. Waktu di KPK dan DPR, saya sudah jawab bahwa saya tidak mengetahui dana taktis tersebut.Kalau dana koordinasi?Nggak tahu saya. Pak Hamdani ngomong dana koordinasi kok muncul dana taktis.Ada kemungkinan Anda dan KPU terima uang rapat atau representasi yang sebenarnya diatur dari APBN, tetapi itu berasal dari dana taktis?Saya nggak tahu dananya dari mana. Tetapi yang jelas, ada kegiatan yang dilakukan, kemudian kegiatan itu diback up dengan suatu anggaran. Yang tahu sekjen, jadi tanyakan saja pada sekjen.Apakah pernah terima uang representasi atau kepanitiaan yang berbentuk dolar?Anda tanya saja sama semua anggota. Makanya begini, ini kan pernyataan sepihak ini harus diproses dulu jangan belum apa-apa sudah menghukum orang.Belum apa-apa sudah fitnah.Apa siap dikonfrontasi dengan Hamdani?Bukan sama Hamdani saja. Sama siapa saja saya bersedia kok. Seperti yang sudah saya katakan, bahwa menurut media massa dana taktis pembagiannya dilakukan pada pleno plus. Anda bisa bayangkan nggak kalau dana itu dibicarakan secara luas. Saya nggak tahu sumbernya dari mana itu.Kalau yang memerintahkan mengumpulkan dana rekanan?Tidak ada. Saya tidak memerintahkan apa-apa, orang saya tidak tahu kok saya bisa memerintah.Uang terima kasih dari rekanan?Setahu saya tidak ada. Kalau mereka berikan ke sekjen, saya tidak tahu tanyakan saja ke Hamdani.Ada kemungkinan nggak KPU dikerjai sekretariat KPU?Saya tidak ngomong seperti itu. Saya tidak mau su'udzon (berburuk sangka).Katanya ada yang kembalikan dana taktis?Siapa? Kalau saya baca di koran tidak ada keterangan itu pejabat atau anggota KPU. Itu kan hanya menduga, makanya saya katakan materi hukum jangan diobral di mass media. Masalahnya bukan tambah jelas, malah tambah kacau dan tambah kabur makanya kita biarkan materi ini berjalan dalam proses hukum.Pernyataan Mulyana yang mengatakan uang suap auditor BPK atas persetujuan ketua KPU?Sekarang begini, saya tanya apa kepentingan saya untuk menyuruh atau tidak menyuruh atau untuk menyetujui hal semacam itu. Padahal, saya tahu dari laporan bu Chusnul sebagai koordinator pengadaan logistik bahwa tidak ada masalah dengan laporan BPK. Jadi ngapain saya suruh itu. Itu kalau saya yang suruh dari 5 proyek itu kenapa cuma satu saja mestinya semuanyaAda yang pernah mengatakan bapak pernah mendengar, tetapi diam saja?Ah, tetapi kan karena ketua KPU tidak punya posisi untuk melarang atau menyuruh anggota KPU melakukan sesuatu, yang berhak pleno. Kan tidak mungkin saya sebagai pribadi maupun ketua KPU untuk mengatakan itu.Tapi pernah mendengar?Tidak pernah disampaikan ke saya secara jelas, saya dengar samar-samar. Pernah, tetapi tidak jelas. Jadi nggak mungkin saya menyuruh itu atau menyetujuinya karena saya tidak punya kepentingan apa pun. Kalau penyuapan?Yang bilang penyuapan itu siapa, ini kan belum ada keputusan pengadilan.Bapak merasa dipojokkan pernyataan Mulyana dan Hamdani?Itu yang bilang kan pengacara. Saya tahu kasus itu setelah ada penangkapan bahwa dana itu berasal dari dana pribadi Mulyana, berarti bukan KPU yang melakukan penyuapan.
(aan/)










































