"Harusnya yang bicara yang mewakili Gerindra itu adalah pengurus yang berwenang. Kenapa PKS jadi jubir Gerindra?" kata Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi kepada wartawan, Senin (14/8/2017).
Mulyadi lantas mengungkit kembali hasil pertemuan Gerindra Jabar dengan Prabowo di Hambalang beberapa waktu lalu. Ada tujuh sikap yang merupakan perintah langsung Prabowo ke Gerindra Jabar, salah satunya soal belum adanya calon yang resmi diusung Gerindra untuk Pilgub Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuh sikap itu adalah perintah langsung Pak Prabowo kepada saya untuk disampaikan ke kader di Jabar dan masyarakat. Kalau Pak Prabowo yang sampaikan (duet Deddy-Syaikhu resmi) atau pihak pengurus yang diberi mandat ketum, saya fatsun," jelas Mulyadi.
Lebih lanjut, dia mengatakan duet Deddy-Syaikhu ibarat peribahasa jauh panggang dari api. Artinya, duet tersebut masih harapan yang belum jadi kenyataan.
"Masalahnya saya yang ditunjuk langsung oleh Pak Prabowo menjadi juru bicara nasional khusus untuk Pilkada seluruh Indonesia, tentu termasuk Jabar. Beliau sampaikan belum ada keputusan dan kesepakatan dengan kandidat dan partai manapun. Makanya saya bilang kandidat Demiz dan Ahmad Syaikhu itu peluangnya 1 persen," sebut Mulyadi.
Sebelumnya, Hidayat mengatakan duet Deddy-Syaikhu telah disetujui PKS dan Gerindra. Dia mengklaim Prabowo telah menerima pengusungan pasangan tersebut.
"Dengan Pak Prabowo sudah selesai untuk Demiz dan Syaikhu itu sudah tinggal konsolidasi ke dalam di masing-masingnya. Kita untuk di Jawa Barat akan berkoalisi, modal dasarnya Gerindra-PKS lebih dari persyaratan yang diperlukan," kata Hidayat hari ini. (gbr/dkp)











































