Sidak dipimpin Kepala Seksi Katering Daerah Kerja Madinah Iin Kurniawati, Pengawas Katering Irfansyah, dan tim katering. Saat tim PPIH tiba, sekitar pukul 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS), pekerja tengah menyelesaikan pengepakan makanan. Tim ditemui pimpinan PT Bahar Harr dan beberapa pekerja.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Iin, alat-alat PT Bahar Harr belum memadai. Pihak perusahaan kemudian menyanggupi untuk mengganti alat tersebut.
"Untuk makanan basi, kita kasih teguran pertama dan tertulis. Kalau kejadian lagi, bisa kita putus kontraknya," kata Iin.
Kasus makanan basi terjadi pada Rabu (9/8) malam. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, 3.400-an porsi. Makanan tak sempat didistribusikan karena sampel yang dikirim ke kantor Daker diketahui basi. Pihak PPIH yang menerima sampel melarang makanan didistribusikan dan meminta PT Bahar Harr mengganti. Akibat kejadian itu, jadwal makan jemaah pun molor, seharusnya jam 21.00 WAS, jadi 01.00 WAS.
Pada musim haji tahun ini, PPIH mengontrak 13 perusahaan penyedia katering. Hanya PT Bahar Harr yang nyaris menyajikan makanan basi. Sisanya relatif bagus tapi kurang dari aspek gramasi (proporsi kalori, protein, sayur, dan buah) makanan. Perusahaan yang dinilai menyajikan makanan tidak sesuai kontrak, telah ditegur. (try/rna)