Atributnya Dicabuti Pesaing, Cawali Lapor KPUD dan Panwas
Kamis, 12 Mei 2005 16:21 WIB
Solo - Pemilihan walikota dan wakil walikota Solo masih akan digelar 27 Juni mendatang. Tapi 'perang' atribut dan alat peraga sudah dimulai cukup lama. Merasa atributnya dicabuti rivalnya, seorang calon walikota (cawali) melapor ke KPUD dan Panwas.Ini dialami oleh pasangan Joko Widodo-Hadi Rudyatmo, calon yang diajukan PDIP. Beberapa atribut yang dipasangnya, dirusak dengan cara dicabut dan ditanggalkan oleh pendukung calon lain. Atribut itu berupa satu spanduk dan delapan banner yang dipasang di daerah Cinderejo dan Gilingan, yang merupakan daerah asal calon walikota Slamet Suryanto. Slamet adalah mantan walikota Solo. Kader PDIP ini juga maju dengan kendaraan koalisi empat partai kecil, setelah kalah dalam konvensi di PDIP.Atas terjadinya perusakan itu, tiga anggota Tim Sukses Joko-Rudy melaporkannya ke KPUD dan Panwas Kota Solo. Dalam laporan itu, mereka juga menyebut nama pelaku perusakan. Orang tersebut adalah juga simpatisan PDIP pendukung Slamet."Barang bukti spanduk dan banner yang dicabuti itu sekarang disimpan di Kantor kami," kata anggota Panwas Kota Solo dari unsur polisi, Iptu Sakir, Kamis (12/5/2005). Bila nanti memenuhi unsur pidana, Panwas akan melaporkan kasus ini ke kepolisian. Dia berjanji akan menangani semua pelanggaran secara adil. Sakir juga menambahkan, untuk menghindarkan tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan kerawanan, Jumat (13/5/2005) besok tim sukses dari keempat pasang calon akan dikumpulkan di Kantor KPUD Kota Solo.
(asy/)











































