Cegah Bentrokan di Palembang, Puluhan Polisi Berjaga

Cegah Bentrokan di Palembang, Puluhan Polisi Berjaga

- detikNews
Kamis, 12 Mei 2005 15:33 WIB
Palembang - Puluhan polisi berjaga-jaga di Jl. Tengkuruk Permai, 16 Ilir, Palembang. Mereka bersiaga untuk mencegah terulangnya bentrokan pada Rabu (11/5/2005) kemarin antara pedagang kaki lima dengan Satpol Pamong Praja (Satpol PP). Pemantauan detikcom, Kamis (12/5/2005), para pedagang juga tetap berkumpul di tempat itu. Aparat kepolisian mengkhawatirkan akan ada aksi balas dendam oleh para pedagang kaki lima. Bentrokan yang terjadi Rabu (11/5/2005) kemarin mengakibatkan empat orang luka-luka terkena lemparan batu. Ini merupakan kerusuhan kedua kalinya yang memakan korban. Empat korban yang merupakan dari kubu pedagang kaki lima itu dilarikan ke RS AK Gani. Sedangkan, seorang korban dari Satpol PP, Cornelis dilarikan ke RS Bhayangkara, Palembang. Kerusuhan bermula ketika Satpol PP menertibkan belasan pedagang yang masih tetap berjualan di Jalan Tengkuruk Permai Blok C. Para petugas ini langsung meminta pedagang untuk membereskan barang dagangannya. Namun, tiba-tiba ada orang yang melempar batu pecahan bangunan dari sisa-sisa petak yang ditertibkan Pemerintah Palembang pada 31 Maret dan 21 April lalu. Tidak jelas dari mana asal lemparan batu itu. Lemparan batu tersebut jatuh di kerumuman antara Satpol PP dan pedagang.Lemparan pecahan batu ini membuat suasana memanas. Sehingga timbul bentrokan antara Satpol PP dengan pedagang. Tidak jelas siapa yang memulainya. Pada akhir April 2005 lalu juga terjadi bentrokan antara pedagang dengan Satpol PP saat penertiban pedagang di bawah Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Akibatnya seorang tukang becak tewas setelah ditusuk seorang anggota Satpol PP.Kepolisian Palembang belum dapat menyimpulkan penyebab keributan antara pedagang dan Satpol PP tersebut. Menurut Kasat Intel Poltabes Palembang, AKP Ratno Kuncoro, kejadian tersebut diduga akibat dipancing seseorang yang tidak bertanggung jawab, yang sengaja memancing emosi massa yang berada di kawasan tersebut."Kita masih menyelidiki siapa yang terlibat di balik kejadian tersebut. Yang jelas ini dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya kepada detikcom, Kamis (12/5/2005). (asy/)


Berita Terkait