Pasutri Lansia dari Klaten Korban First Travel Berharap Uang Kembali

Pasutri Lansia dari Klaten Korban First Travel Berharap Uang Kembali

Dewi Irmasari - detikNews
Senin, 14 Agu 2017 17:21 WIB
Pasutri Lansia dari Klaten Korban First Travel Berharap Uang Kembali
Pasutri lansia korban First Travel (Dewi Irmasari/detikcom)
Jakarta - Suharyono (68) dan istrinya, Kusdaryati (64), adalah calon jemaah umrah First Travel. Demi mencari kejelasan soal uangnya, pasutri lansia ini rela berangkat dari Klaten, Jawa Tengah, menuju Bareskrim Polri, Jakarta Pusat.

"Sengaja dari Klaten urus ini," kata Suharyono di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Perjalanan panjang ditempuh pasangan lansia ini. Sebelum tiba di Bareskrim Polri, Suharyono dan Kusdaryati lebih dulu mendatangi kantor First Travel di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Namun petugas sekuriti mengarahkan pasutri ini ke Bareskrim Polda Metro Jaya. Menggunakan taksi, pasutri ini mengikuti arahan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari Polda, diberi tahu katanya di Bareskrim Polri di Patung Kuda. Dari sana, baru disuruh ke sini," papar Suharyono.

"Sudah muter-muter dari jam 08.00 WIB," sambungnya.

Pasutri Lansia dari Kalten Korban First Travel Berharap Uang KembaliFoto: Dewi Irmasari/detikcom
Dengan membawa sejumlah dokumen, Suharyono dan istri mendatangi Bareskrim untuk mencari kejelasan mengenai nasib uangnya dengan total Rp 30 juta. Sesampai di Bareskrim, Suharyono hanya bisa memasukkan aduannya ke pendaftaran kepada petugas piket.

"Saya sudah nggak percaya, mau refund tapi ternyata ribet. Saya mau narik kembali uang saya. Itu sudah saya siapkan (dokumen) refund-nya itu. Saya pikir, saya tinggal nyerahkan aja gitu," kata Suharyono sambil memperlihatkan dokumen yang ia bawa.


Meskipun tinggal di Klaten, pasangan ini terdaftar di agen First Travel pusat yang terletak di Cimanggis, Depok. Pasangan ini didaftarkan oleh anaknya yang tinggal di Jakarta.

Pasutri Lansia dari Kalten Korban First Travel Berharap Uang KembaliFoto: Dewi Irmasari/detikcom
Merunut jadwal, Suharyono dan Kusdaryati seharusnya berangkat umrah pada Maret 2017 karena sudah melakukan pelunasan pada Maret 2016. Namun, hingga April, belum ada kejelasan dari First Travel.

"Ditanya ditelepon nggak pernah diangkat (oleh First Travel). Anak saya disuruh urus. Terus dia bilang First Travel sudah kacau. Orang-orang sudah ngamuk," terang sang istri, Kusdaryati.


Melihat jejeran 6 mobil sitaan First Travel yang terparkir dan diberi police line di halaman Bareskrim, Kusdaryati berharap uangnya kembali.

"Harapan kita uang harus balik ya. Anak saya nyicil sejuta-sejuta (setiap bulan)," tutur Kusdaryati.

"Total sudah Rp 30 juta, ya 30 bulan ngumpulin," ungkap Kusdaryati.

Rencananya, Suharyono dan Kusdaryati akan meninggalkan Jakarta besok untuk kembali ke kediaman mereka. (irm/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads