Panglima TNI: GAM Makin Kuat Setelah Tsunami
Kamis, 12 Mei 2005 15:34 WIB
Jakarta - Jangan dikira semua anggota GAM (Gerakan Aceh Merdeka) jadi korban tsunami. Meningkatnya kontak senjata antara GAM dan TNI akhir-akhir ini di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), sebagai bukti bahwa GAM malah makin kuat. Diprediksi, dalam tubuh GAM terjadi penambahan jumlah personel dan kekuatan. Hal ini disebabkan, pada saat gempa dan tsunami melanda NAD, banyak personel GAM yang lolos, kemudian bergabung kembali dengan GAM yang berada di hutan."Setelah kita evaluasi, banyak GAM yang lolos saat tsunami," kata Panglima TNI Endriartono Sutarto sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2005).Pernyataan Panglima TNI tersebut memang berbeda dengan apa yang disampaikannya sebelum gempa dan tsunami melanda NAD. Saat itu, Panglima mengatakan, jumlah dan kekuatan GAM terus melemah seiiring dengan berlakunya Darurat Sipil. Panglima memberikan alasan lain mengapa GAM sekarang ini lebih kuat. Yaitu banyak anggota GAM yang ditahan, kabur saat tsunami terjadi. Mereka juga menjarah senjata-senjata yang disimpan di asrama-asrama Polri, yang bangunannya hancur. Menurut Panglima, memang banyak senjata di Asrama Polri yang hilang. Diduga kuat, senjata-senjata itu kini beralih ke tangan GAM. Dengan penambahan persenjataan ini, GAM semakin menggencarkan aksi kriminal bersenjata di NAD, seperti penculikan, perampokan, dan pemungutan pajak. Lantas, dengan kondisi seperti ini apakah status darurat sipil masih layak dipertahankan? "Saya kira status darurat sipil masih dapat dipertimbangkan untuk diperpanjang," jelas Panglima.Untuk keperluan tersebut, Menko Polhukam tengah menggodok pembentukan tim kecil yang akan bertugas mengevaluasi pelaksaanan darurat sipil selama ini. Tim kecil inilah nanti yang akan merekomendasikan perlu tidaknya perpanjangan status darurat sipil di wilayah NAD.
(atq/)











































