AL 41 Negara akan Hadiri Simposium Maritim di Bali Pekan Depan

AL 41 Negara akan Hadiri Simposium Maritim di Bali Pekan Depan

Denita Matondang - detikNews
Senin, 14 Agu 2017 17:04 WIB
AL 41 Negara akan Hadiri Simposium Maritim di Bali Pekan Depan
KSAL Laksamana TNI Ade Supandi. (Denita Matondang/detikcom)
Jakarta - TNI AL akan kembali menggelar forum diskusi International Maritime Security Symposium (IMSS) demi menguatkan poros maritim Indonesia. Diskusi bertajuk 'Maritime Cooperation for Good Order at Sea' atau 'Kemitraan Maritim untuk Ketertiban di Laut' itu digelar pada 21-23 Agustus besok.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan diskusi tersebut akan berfokus pada keamanan dan ketertiban di laut, termasuk penanganan teroris di perbatasan laut. Diskusi tersebut akan dihadiri setidaknya 41 negara dari 53 negara yang diundang.

"Itu angkatan laut semua negara Asia-Pasifik dan India, jadi Indian Ocean Symposium, Jadi angkatan laut yang berada di pinggiran lautan Samudra Hindia dan Pasifik," kata Ade Supandi saat menyambangi Kemenko Polhukam di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari halaman web TNI AL, diskusi ini merespons ancaman keamanan maritim secara masif dan komprehensif. Sebab, semakin berkembangnya ancaman non-tradisional dan kejahatan lintas negara, situasi keamanan laut juga menjadi lebih kompleks.

"Negara-negara di dunia perlu meningkatkan kerja sama untuk saling menjaga terhadap keamanan maritim ketertiban di laut," kata Ketua Pelaksana IMMS Laksamana Muda TNI Arusukmono Indra Sucahyo dalam situs tersebut.

Simposium ini akan diikuti 300 peserta yang terdiri dari KSAL negara sahabat, baik dari Indian Ocean Naval Symposium dan Western Pacific Naval Symposium (IONS dan WPNS), pejabat TNI-Polri, kementerian negara, akademisi, maupun organisasi maritim.

"Simposium ini diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang yang berkaitan dengan keamanan maritim serta peluang kerja sama antarnegara dalam menciptakan keamanan laut. Termasuk memberikan kontribusi dalam menciptakan keamanan dan stabilitas maritim di kawasan," ujar Arusukmono. (idh/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads