ADVERTISEMENT

Pembangunan Apartemen DPR Dinilai Tak Jamin Peningkatan Kinerja

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Senin, 14 Agu 2017 17:03 WIB
Ray Rangkuti (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengkritik wacana pembangunan apartemen anggota DPR di lahan eks Taman Ria Senayan. Ray menyebut kinerja dan moralitas anggota DPR tak ada hubungannya dengan fasilitas.

"Semua kelemahan mereka, baik dalam konteks kinerja dan moral, itu dikaitkan dengan fasilitas yang tidak tersedia. Saya tidak bisa melihat korelasi di antara keduanya (kinerja dan fasilitas)," ungkap Ray di D Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017).

Ray mengaku sangsi atas alasan rumah anggota DPR terlalu jauh sehingga perlu pembangunan apartemen tersebut. Menurutnya, pembangunan apartemen juga tak menjamin anggota Dewan hadir dalam rapat-rapat DPR.

"Coba dicek dulu deh sama DPR soal ketidakhadiran itu. Tren ketidakhadiran anggota DPR sekarang ini apakah karena rumahnya yang jauhkah, atau memang mereka memilih secara sadar untuk tidak hadir pada baik rapat-rapat paripurna ataupun rapat lain di DPR itu," katanya.


"Karena kita kok nggak pernah dengar salah satu alasan anggota DPR itu sering, katakanlah, bolos karena mereka misalnya terlalu jauh rumahnya di Kalibata gitu, nggak pernah kita dengar. Jadi mengapa solusinya adalah membangun apartemen dan sebagainya," tambah Ray.

Ray menyebut para pimpinan di DPR juga harus lebih concern mengenai perbaikan kinerja dan moralitas anggota DPR. Menurutnya, meskipun tak diatur secara struktural, hal itu merupakan kewajiban moral pimpinan DPR.

"Meskipun tidak ada kewajiban secara struktural ya yang mengatakan bahwa pemimpin itu wajib memperbaiki moralitas atau kinerja begitu. Tapi, secara moral tentu saja mereka harus dituntut untuk memperbaiki kinerja anggota DPR juga moralitasnya," sebutnya.


Ray menyebut tak seharusnya kritik publik kepada DPR selalu ditanggapi dengan penambahan fasilitas. Apalagi fasilitas itu tak menjamin semakin baiknya kinerja anggota DPR.

"Jadi kalau kita sebut jangan-jangan lama-lama memang mereka sengaja bekerja tidak baik, kira-kita begitu ya, moralnya juga nggak terlalu bagus supaya fasilitas semakin banyak," tutur Ray.

Ray pun menyebut ketidakseimbangan antara kinerja dan fasilitas di DPR disebabkan oleh kegagalan kepemimpinan di DPR. Ia mengatakan DPR seharusnya lebih fokus pada perbaikan kinerja serta moral untuk meningkatkan kepercayaan publik.


"Bagi saya, sebetulnya itu juga bagian dari kegagalan kepemimpinan yang sekarang. Ada Bung Setya Novanto yang sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka, Fahri Hamzah yang entah gimana lebih banyak berkoar-koar di luar fungsinya sebagai pimpinan DPR begitu, ada juga Fadli Zon dengan watak yang juga hampir sama begitu," beber Ray.

"Jadi pada saat mereka begitu banyak mengatakan banyak hal mengenai republik ini, saya rasa sayang agak jarang dicanangkan oleh Fadli Zon atau Fahri Hamzah, khususnya, sesuatu cara mereka memperbaiki moralitas, memperbaiki kinerja anggota DPR ini. Harusnya ini yang lebih dicermati," tutur dia. (hld/elz)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT