DetikNews
Senin 14 Agustus 2017, 14:32 WIB

Soal Apartemen DPR, Politikus Gerindra Tak Mau Bila Ngontrak

Elza Astari Retaduari - detikNews
Soal Apartemen DPR, Politikus Gerindra Tak Mau Bila Ngontrak Lahan eks Taman Ria Senayan (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Pembangunan apartemen DPR di Taman Ria Senayan menjadi kontroversi. Namun anggota Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad lebih memilih rumah dinas apabila apartemen DPR itu ternyata dibebankan kepada anggota sebagai biaya kontrak.

"Kalau suruh ngontrak, lebih baik di rumah dinas. Kalau begitu malah jadi keluar uang lagi. Tapi kalau (apartemen) fasilitas, bolehlah," ujar Dasco saat berbincang dengan detikcom, Senin (14/8/2017).

Soal rencana pembangunan apartemen DPR ini, Dasco juga harus melihat dulu alasan di baliknya. Apabila dimaksudkan untuk membuat kinerja anggota DPR lebih ringan, dia baru setuju.

"Kalau pembangunan apartemen itu dengan alasan supaya anggota DPR nyaman, saya nggak sepakat. Toh sekarang perumahan DPR (di Kalibata, Jaksel) juga nyaman," ucapnya.


"Cuma kalau dibuat bahwa perlu ada kompleks anggota DPR agar anggota DPR dapat bekerja dengan baik, okelah," imbuh Dasco.

Anggota Komisi III DPR itu berbicara dari sisi lokasi eks Taman Ria Senayan dengan gedung DPR yang berdekatan. Dengan kondisi tersebut, kata Dasco, anggota Dewan bisa sambil bekerja di rumah apabila ada jeda waktu rapat.

"Dia bisa segera istirahat juga, ketemu keluarga nggak jauh-jauh, supaya lebih konsen kerja. Tempat nggak usah mewah-mewah tapi memadai. Nyaman nggak harus selalu mewah," tuturnya.


"Nggak perlu transpor jauh ke kantor. Kita kan kerja bisa dari rapat ke rapat. Kalau menunggu jeda bisa pulang. Terus bisa makan makanan sehat di rumah kan. Karena di DPR makanan nggak sehat, sumber kolesterol, sumber gula," sambung Dasco.

Terlepas dari itu, Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut juga mengingatkan, apabila apartemen jadi terealisasi, bukan anggota DPR periode saat ini yang akan menggunakannya. Sebab, menurut Dasco, pembangunan pun masih memerlukan waktu.

"Agar teman-teman LSM pahami, kalau ini direalisasikan, yang akan ambil manfaatnya anggota DPR periode 2019-2024. Bukan kami-kami ini. Jadi kita bukan perjuangkan kepentingan pribadi, tapi lebih pada institusi. Supaya bisa kerja maksimal apabila ada penunjang aktivitas, kan lebih baik," papar dia.


Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut rencana pembangunan apartemen DPR di eks Taman Ria Senayan akan menggunakan anggaran swasta dan bukan dari kas negara. Direncanakan, apartemen DPR nantinya bisa untuk dikontrak anggota Dewan.

"Anggaran swasta. Nggak ada urusannya sama kita. Ini bukan uang negara. Itu haknya ada di Setneg. Pakai uang swasta," terang Fahri, Senin (14/8).

Fahri menjelaskan pembangunan apartemen bagi anggota DPR nanti dimaksudkan agar para anggota Dewan yang terhormat ini tak jauh-jauh jika hendak berkantor. Selain itu, pembangunan apartemen dapat menghemat anggaran rumah dinas bagi anggota DPR.

"Orang harus punya rumah, di rumahnya ada AC, mesin cuci, setiap hari ini ribut dan setiap hari ini sekretariat DPR beli, beli rumah, beli AC. Ngapain beli rumah, beli AC, mesin cuci, mesin faks? Nggak perlu lagi. Ngontrak aja di deket-deket sini. Kalau dia sudah punya rumah, mungkin dia nggak mau karena rumahnya sudah dekat sini. Itu maksudnya," beber Fahri.
(elz/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed