Staff Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanggulangan Bencana Alam Yulizar Dinotto mengatakan, dalam penanggulangan bencana karhutla peran serta Kades memang sangat dibutuhkan, mengingat kades berada di lokasi dan seluruhnya akan dikumpulkan di Posko Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel.
"Semua Kades harus dipanggil ke sini (Posko Karhutla), karena kades ini yang tau wilayah mereka. Jadi kita mau sampaikan peran mereka sebagai kades dan kita ingatkan untuk melakukan pengawasan dan mengingatkan warganya agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujar Notto, Senin (14/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Kebakaran yang terjadi pada akhir pekan lalu dan menghanguskan sedikitnya 170 hektare lahan kosong dan dikhawatirkan akan terjadi lagi apabila tidak dilakukan pengawasan secara intensif. Mengingat BMKG Palembang memprediksi puncak kemarau akan terjadi pada Agustus-September mendatang.
Selain itu, Notto meminta Kades nantinya dapat melakukan pendataan dan melaporkan siapa saja pemilik lahan yang ada di wilayahnya dan membuka lahan dengan cara membakar.
"Saya minta nanti Kades melaporkan pada tim satgas karhutla atau Polisi kalau tau ada yang buka lahan dengan membakar. Jangan ragu-ragu, karena jika itu terjadi akan merugikan orang banyak," sambungnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Agus Sunandar menyebut, saat ini pihaknya sedang maraton untuk melengkapi berkas dua pelaku pembakar lahan yang terprgok membuka lahan dengan cara membakar. Serta meminta saksi ahli terkait dua pelaku tersebut.
"Sekarang sedang menunggu petunjuk Jaksa untuk secepatnya berkas lengkap. Kita juga sudah minta keterangan saksi ahli terkait dua pelaku yang kita amankan saat sedang membakar lahan," ujar Agus kepada detikcom.
Bersamaan dengan itu, kepolisisan Polres Ogan Ilir juga saat ini sedang melakukan pembuatan skat kanal di dua titik daerah rawan karhutla seperti Desa Simpang Rambutan dan Desa Arisanjaya Ogan Ilir. Serta melakukan patroli secara rutin dengan membentuk tim khusus.
"Kapolres sudah bentuk tim khusus untuk patroli rutin didaerah rawan karhutla. Termasuk saat ini sedang membuat skat kanal untuk membatasi api saat terjadi kebakaran dan sebagai sumber air," tutupnya. (rvk/rvk)