Was-was Soal Nuklir, AS-Korsel Desak Korut Kembali Berunding
Kamis, 12 Mei 2005 14:11 WIB
Jakarta -
Ambisi nuklir Korea Utara (Korut) benar-benar membuat negara tetangganya, Korea Selatan (Korsel) was-was. Bersama AS, Korsel berupaya menyelamatkan jalur diplomatik setelah manuver terbaru yang dilakukan negeri komunis itu.Langkah yang diambil Korut tersebut menyebabkan konflik nuklir saat ini meningkat ke level berbahaya. Untuk itu, pemerintah Korsel menyerukan Korut segera kembali ke meja perundingan guna menyelesaikan isu senjata nuklirnya."Korut harus segera kembali ke meja dialog, bukannya menunda penyelesaian isu nuklir dengan mengambil langkah-langkah yang tidak berguna," tegas Rhee Bong-Jo, Wakil Menteri Unifikasi Korsel seperti diberitakan Channel News Asia, Kamis (12/5/2005).Seruan ini disampaikan setelah Korut berhasil menyelesaikan penyulingan 8.000 batang bahan bakar nuklir di kompleks nuklir utama Yongbyon. Negeri komunis itu juga mengusahakan langkah-langkah untuk memperluas program persenjataan nuklirnya.Sebelumnya, Washington telah mengancam akan membawa kasus nuklir Korut ke Dewan Keamanan PBB untuk mendapatkan sanksi. Negara adikuasa itu juga mendesak Cina untuk mengambil langkah tegas guna membawa Korut kembali mengikuti negosiasi multilateral. Sudah hampir setahun dialog enam negara itu mandek akibat sikap Korut yang ngotot menolak melanjutkan pembicaraan. Selain Korut, negosiasi itu melibatkan AS, Cina, Jepang, Korsel dan Rusia.
(ita/)










































