Dihujani Pertanyaan Soal KPU, Hamid Lari Terbirit-birit

Dihujani Pertanyaan Soal KPU, Hamid Lari Terbirit-birit

- detikNews
Kamis, 12 Mei 2005 14:10 WIB
Jakarta - Wajah Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin yang semula cerah langsung mengkeret saat mendengar kata-kata KPU. "Saya tidak mau jawab," kilahnya sambil lari terbirit-birit.Hari ini Hamid memang menjadi 'tokoh idola' wartawan. Kabar keterlibatannya dalam kasus korupsi di KPU membuatnya diburu sejak pagi hari."Saya hanya mau jawab soal Aceh," tegasnya sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, (12/5/2005).Kehadiran Hamid di Kantor Kepresidenan memang sudah dinanti-nantikan puluhan wartawan. Bahkan, untuk menahan langkah Hamid, para wartawan harus merancang skenario terlebih dahulu.Semula Hamid dipancing dengan pertanyaan mengenai pertemuan ketiga antara RI dengan GAM di Helsinki beberapa waktu lalu. Hamid dengan ramah dan penuh semangat melayani setiap pertanyaan wartawan mengenai pertemuan tersebut. Namun, saat pertanyaan mulai menjurus ke kasus korupsi KPU, Hamid langsung terhenyak. Dengan muka sedikit masam, dia langsung meninggalkan kerumuman wartawan dan lari menuruni tangga di Kantor Kepresidenan.Ulah Hamid yang tiba-tiba ini membuat kaget wartawan yang berdiri di anak tangga. Bahkan, seorang kamerawan RCTI menjadi korbannya. Untuk menghindari benturan dengan Hamid yang berlari menuruni tangga, sang kamerawan harus berjalan mundur sambil tetap mengambil gambar Hamid. Namun malang baginya, benturan tak terelakkan. Sang kamerawan pun jatuh terlentang, tapi Hamid tidak mempedulikannya. Dia terus berlari menuju ruang rapat sidang kabinet. Insiden ini sempat membuat geger semua yang ada di Kantor Kepresidenan.Pertemuan HelsinkiMengenai pertemuan Helsinki, Hamid sempat mengungkapkan akan ada pertemuan lanjutan pada 26 Mei 2005 nanti."Saya juga ingin jelaskan dari pertemuan pertama hingga ketiga ada kesalahan persepsi soal menolak atau menerima. Itu tidak ada, yang ada tukar menukar proposal secara tertulis," kata dia.Soal pertemuan ketiga, menurut Hamid, pemerintah saat ini masih terus melakukan evaluasi dan hasilnya akan dibicarakan dengan Presiden SBY, termasuk masalah teknis untuk pertemuan selanjutnya."Yang penting posisi tidak berubah. Pertemuan Helsinki tentang Aceh. Persyaratannya menyeluruh dan permanen, dan sifat pertemuan keempat nanti masih bersifat eksploratif dan informal," katanya. (umi/)


Berita Terkait