DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 14:53 WIB

Novel Diperiksa Besok, KPK Harap Ada Titik Terang Teror Air Keras

Dhani Irawan - detikNews
Novel Diperiksa Besok, KPK Harap Ada Titik Terang Teror Air Keras Novel Baswedan (Foto: Dhani Irawan/detikcom)
Jakarta - Novel Baswedan rencananya akan diperiksa tim polisi pada Senin (14/8) besok di KBRI Singapura. KPK pun berharap setelah itu ada titik terang soal pengusutan teror penyiraman air keras yang dialami Novel.

"Meskipun pemeriksaan korban bukanlah syarat ditemukannya pelaku penyerangan, namun tentu KPK berharap setelah ini akan ada titik terang. Agar pelaku penyerang bisa diproses segera, dan kemudian aktor intelektual bisa ditemukan. Apalagi beberapa waktu sebelumnya Presiden telah menunjukkan perhatian yang kuat untuk pengungkapan kasus ini," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi, Minggu (13/8/2017).


Nantinya Ketua KPK Agus Rahardjo yang langsung menemani tim dari Polda Metro Jaya ke Singapura. Agus akan mendampingi Novel dalam proses pemeriksaan.

Febri menyebut pada 17 Agustus 2017 Novel direncanakan menjalani operasi besar terhadap mata kirinya. Mata kiri Novel memang lebih parah terdampak penyiraman air keras dibanding mata kanannya.

"Setelah lebih dari 120 hari sejak Novel diserang 11 April 2017, beberapa hari menjelang rencana operasi besar mata kiri Kamis 17 Agustus 2017 mendatang, Novel mengatakan sejak awal bersedia untuk memberikan informasi dan diperiksa. Sejumlah informasi yg dimiliki Novel pun pernah disampaikan pada penyidik yang ke Singapura sebelumnya," kata Febri.


Tak lupa Febri menyebutkan bila KPK dan keluarga berharap Novel bisa sembuh selepas operasi. Febri juga menaruh asa agar pemberantasan korupsi dalam konteks lebih luas terbebas dari segala macam intimidasi.

"Untuk rencana operasi dan apapun yang akan terjadi setelah itu, Novel ikhlas. KPK dan keluarga juga berharap doa dari seluruh pihak agar operasi dan segala perawatan berhasil, dan para penegak hukum diberikan kekuatan untuk mengungkap kasus ini. Dan selain itu, agar pemberantasan korupsi, termasuk penanganan kasus e-KTP yang pernah ditangani Novel semakin maju mengungkap aktor-aktor utama yang merugikan keuangan negera triliunan rupiah tersebut," kata Febri.


Untuk rencana operasi dan apapun yang akan terjadi setelah itu, Novel ikhlas.Kabiro Humas KPK Febri Diansyah

(dhn/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed