Polly Dijenguk Ayah Angkatnya
Kamis, 12 Mei 2005 12:55 WIB
Jakarta - Setelah sekian lama hanya memantau perkembangan Pollycarpus lewat media massa, ayah angkat tersangka kasus Munir itu, Romo Tan SJ akhirnya menjenguk Polly di ruang tahanan Mabes Polri.Kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya. Romo Tan tiba di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Kamis, (12/5/2005) pukul 11.15 WIB dengan didampingi istri Polly, Yosera Iswandari."Saya sangat kangen karena sudah lama tidak ketemu dia. Dia itu anak angkat saya. Saya cuma dengar dia melalui mass media," kata laki-laki sepuh tersebut.Dari berita-berita di media, Romo Tan mengetahui Polly tengah dirundung masalah. Karena itu, kata Romo Tan, kedatangannya kali ini guna memberikan spirit agar Polly tabah dan kuat menghadapi cobaan."Polly itu hanya orang biasa sama seperti kita. Dia anak yang baik. Bahkan, waktu mudanya pernah menjadi aktivis gereja, menjadi pilot pesawat misionaris di Papua," kata Romo Tan mengenang Polly.Menilik Polly waktu muda, Romo Tan mengaku sulit percaya kalau saat ini Polly mendekam sebagai tersangka kasus pembunuhan. Bahkan, dikait-kaitkan dengan lembaga sekelas BIN.Senada dengan Romo Tan, istri Polly, Yosera Iswandari menilai tuduhan sebagai pembunuh terhadap Pollycarpus sangat tidak masuk akal, aneh dan lucu. "Karena dia hanya orang biasa-biasa saja," tegasnya.Namun diakui Sera, selama ini Polly tidak pernah bercerita tentang orang-orang besar (pejabat) yang pernah dikenalnya. Bahkan, saat mendapat tugas dalam penerbangan Garuda yang ditumpangi Munir, Polly juga tidak mengatakan apa-apa. Polly hanya meminta izin seperti yang biasa dilakukannya sebelum bertugas. "Tidak ada pesan apa pun bagi saya," katanya.Karena itu, penahanan Polly sempat membuatnya gamang dan mempengaruhi kondisi keluarganya, baik secara psikologis maupun ekonomi."Kami sangat kesulitan (secara ekonomi) saat ini. Bayangkan, saya kini menjabat dua tugas, baik ibu yang memelihara dua anak dan juga harus mencari nafkah. Anak saya sudah tiga orang, yang paling besar umurnya 18 tahun," kata Sera yang hingga kini masih belum percaya suaminya tega melakukan pembunuhan.
(umi/)











































