DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 13:23 WIB

Cerita Kesederhanaan Buya Syafii Naik KRL ke Istana Bogor

Aditya Mardiastuti - detikNews
Cerita Kesederhanaan Buya Syafii Naik KRL ke Istana Bogor Buya Syafii naik KRL ke Istana Bogor (Foto: Dok. LSBO PP Muhammadiyah)
Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif memang dikenal sebagai sosok sederhana. Pria yang karib disapa Buya Syafii itu juga memilih angkutan umum KRL dibanding kendaraan pribadi.

Cerita itu dibagikan Direktur Maarif Institute Muhammad Abdullah Darraz di laman Facebooknya, Sabtu (12/8). Dalam Facebooknya, Darraz juga mengunggah foto saat Buya Syafii duduk bersama penumpang lainnya di sebuah stasiun.

Status itu sudah mendapat 3,4 ribu reaksi netizen dan sudah dibagikan sebanyak 944 kali.

"Pagi ini selepas subuh tadi, orang tua yang sudah menginjak usia 82 tahun 2 bulan ini bergegas berangkat meninggalkan penginapannya di kawasan Kuningan Jakarta Selatan menuju stasiun KRL Tebet. Dengan tujuan ke Bogor beliau bermaksud menghadiri Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diinisiasi oleh lembaga baru 'Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila'," tulis Darraz seperti dikutip dari akun Facebooknya, Minggu (13/8/2017).

Buya Syafii naik KRL ke Istana BogorBuya Syafii naik KRL ke Istana Bogor (Foto: Dok. LSBO PP Muhammadiyah)


Darraz menyebut Buya merupakan salah satu tim pengarah UKP Pancasila dan akan menghadiri acara di Istana Bogor, Sabtu (12/8) lalu. Darraz menyebut sehari sebelumnya Buya Syafii juga sudah mengabarkan kedatangannya ke Jakarta dan menggunakan angkutan KRL.

"Sehari sebelumnya, beliau sudah berkomunikasi dengan saya, 'Direktur, sy otw Kby Lama, tomorrow to Bogor by KRL. Maarif'. Saya kebetulan sedang tugas belajar di Semarang selama seminggu ini tak dapat menemani beliau," kata Daaraz.

Screenshot FB Direktur MAARIF InstituteScreenshot FB Direktur MAARIF Institute Foto: Screenshot FB Direktur MAARIF Institute


Darraz menyebut MAARIF Institute selalu siap untuk mengantar-jemput Buya Syafii selama beraktivitas di Jakarta. Namun, karena kesederhanaan dan kesahajaannya selalu menolak tawaran tersebut.

"Namun beliau menolak, dan lebih memilih untuk tetap menggunakan KRL di pagi buta menuju Bogor. Namun demikian, ketika komunikasi sehari sebelumnya itu, saya tetap berpesan untuk memastikan saja, jika Buya tetap akan berangkat pakai KRL, maka harus ada yang menemani. Kali ini keponakan beliau, Asmul Khairi, tetap setia menemani beliau," sambungnya.

Di akhir status Facebooknya itu, Darraz memuji kesederhanaan dan sikap mandiri Buya Syafii. Dia menyebut sikap Buya itu layak ditiru dan mendoakan agar Buya selalu sehat.

"Kesederhanaan, kesahajaan, dan sikap untuk tidak mau bergantung pada orang lain serta kemerdekaan jiwa manusia sepuh ini menjadi satu bentuk keteladanan yang harus ditiru, setidaknya bagi kami anak-anak ideologisnya," kata Darraz.

"Mungkin sedikit yang perlu Buya mengerti, sebagai anak-anaknya, seringkali kami cemas dan khawatir dengan sikap 'ekstrem' Buya semacam ini. Doa kami, semoga Buya sehat selalu, dan senantiasa mendapat lindungan dari Allah SWT. Amin," tutup Daaraz.

Sekretaris Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Defy Indiyanto Budiarto mengatakan foto diambil oleh pengurus LSBO yang mendampingi Buya. Dia membenarkan cerita Darraz bahwa Buya naik KRL untuk menghadiri acara UKP Pancasila di Istana Bogor.

"Nah takut kejebak macet, Buya minta naik kereta. Nah dari stasiun Bogor Buya jalan kaki ke Istana Bogor," ujar Defi saat dikonfirmasi, Minggu (13/8/2017).


(ams/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed