DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 08:42 WIB

Saat 1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan RI-Timor Leste

Elza Astari Retaduari - detikNews
Saat 1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan RI-Timor Leste Foto: 1.000 Bendera di Pulau Terdepan RI. (Dok. Pendam Pattimura)
Jakarta - Kodam XVI/Pattimura ikut membantu pemasangan 1.000 bendera merah putih di Pulau Lirang, Maluku Barat Daya, yang berbatasan dengan negara Timor Leste. 1.000 bendera itu dipasang mengelilingi Pulau Lirang untuk menyambut HUT RI ke-72.

Pemasangan 1.000 bendera itu merupakan gagasan dari Pemuda Pulau Wetar yang tergabung dalam Perhimpunan Pemuda Pelajar Wetar dan Lirang (P3WL) Ambon. Gagasan tersebut didukung oleh Pangdam Pattimura Mayjen Doni Monardo.

Saat 1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan RI-Timor LesteFoto: 1.000 Bendera di Pulau Terdepan RI. (Dok. Pendam Pattimura)

Pemasangan 1.000 bendera itu sudah selesai pada Minggu (6/8) pekan lalu. Bendera-bendera yang mengelilingi Pulau Lirang akan dipasang dalam satu bulan selama Agustus ini.

Sukarelawan dari P3WL Ambon bersama TNI/Polri, khususnya dari Kodam Pattimura, secara bersama-sama memasang 1.000 bendera merah putih itu. Bendera-bendera pun ditancapkan dengan tiang bambu di pantai-pantai sekeliling Pulau Lirang sampai ke Tugu Tapal Batas.

Saat 1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan RI-Timor LesteFoto: 1.000 Bendera di Pulau Terdepan RI. (Dok. Pendam Pattimura)

"Ini merupakan aksi 1.000 bendera Merah Putih untuk Pulau Lirang, tujuan kegiatan ini untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72," ujar Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura Bidang Ideologi Kolonel Arh Mokoginta Sihotang dalam keterangan tertulis Pendam Pattimura, Minggu (13/8/2017).

"Selain itu juga merupakan wujud kepedulian Bangsa Indonesia khususnya masyarakat Maluku yang tetap memberikan perhatian terhadap daerah-daerah atau pulau-pulau terdepan, sehingga diharapkan tidak ada perasaan 'dianaktirikan'," lanjutnya.

Saat 1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan RI-Timor LesteFoto: 1.000 Bendera di Pulau Terdepan RI. (Dok. Pendam Pattimura)

Kegiatan yang baru pertama kalinya dilakukan di Maluku ini juga bertujuan agar nasionalisme tetap tertanam pada masyarakat di Pulau Wetar dan Pulau Lirang. Sebab kedua pulau terdepan Indonesia ini secara geografis lebih dekat ke pusat pemerintahan Timor Leste ketimbang negaranya sendiri.

Pada Senin (7/8), Pangdam Pattimura Mayjen Doni Monardo pun turun langsung melaksanakan kunjungan kerja ke Pulau Lirang dan Pulau Wetar dan sekitarnya. Mayjen Doni datang bersama Menteri BUMN Rini Soemarno yang sekaligus memberikan bantuan kepada warga setempat.

Saat 1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan RI-Timor LesteFoto: 1.000 Bendera di Pulau Terdepan RI. (Dok. Pendam Pattimura)

Acara dimulai dengan peresmian Tugu Merah Putih dan upacara Penaikan Bendera Merah Putih yang dipimpin oleh Dandim 105/Saumlaki, Letkol Inf Ryan Hermawan di Dusun Manoha. Dalam kesempatan itu, ada berbagai bantuan yang diberikan.

Rombongan juga memberikan bantuan berupa alat tulis dan peralatan sekolah serta olahraga untuk pelajar-pelajar di Pulau Lirang dan Pulau Wetar. Mayjen Doni dan Menteri Rini pun sekaligus melepas siswa SMK yang akan melanjutkan pendidikan siswa Nusantara ke Yogyakarta atas bantuan beasiswa.

Selain Mayjen Doni dan Menteri Rini, turut ikut dalam rombongan adalah Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, dan Ketua adat Dusu Ustutun, Lucash Mabaha. Kepala pemuda Dusun Utsusun, Hendrik Mabala memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan untuk warga Pulau Lirang dan Pulau Wetar.

Saat 1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan RI-Timor LesteFoto: 1.000 Bendera di Pulau Terdepan RI. (Dok. Pendam Pattimura)

Hendrik pun membacakan aspirasi warga setempat. Mereka berharap agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa datang dua pulau terdepan Indonesia itu dan dapat membangun infrastruktur jalan lingkar Wetar dan Lirang.

"Kemudian pemberdayaan masyarakat baik nelayan maupun petani, akses air bersih di seluruh kecamatan Eetar. Fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang profesional, dokter minimal dua tersebar di seluruh empat Kecamatan Wetar," ungkap Hendrik mewakili harapan warga Lirang dan Wetar pada kesempatan itu.

"Kami minta pembangunan sarana komunikasi, tempat penampung ikan (TPI) yang ada di desa Klishatu segera difungsikan demi tercapainya kesejahteraan bagi Masyarakat yang ada di perbatasan. Lalu pemasangan fasilitas penerangan di Pulau Wetar dan Lirang," imbuhnya.

Saat 1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan RI-Timor LesteFoto: 1.000 Bendera di Pulau Terdepan RI. (Dok. Pendam Pattimura)

Warga Lirang dan Wetar juga berharap agar dapat diberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pelajar untuk mengambil bagian dalam proses bela negara, baik dari institusi TNI maupun Polri. Selain itu, mereka juga meminta agar pemenuhan 9 bahan pokok atau sembako pulau-pulau terdepan Indonesia terjamin, khususnya di Wetar dan Lirang.

Warga juga berharap agar pemerintah mau benar-benar masuk di wilayah mereka dengan pemenuhan fasilitas-fasilitas di perbatasan. Mulai dari bandara perintis, rumah sakit terapung yang memadai, bank, pompa bensin, pembangunan jembatan, hingga renovasi dan pembangunan tempat ibadah.

Sementara itu, Wagub Maluku Zeth Sahaburua mengajak warga Wetar dan Lirang untuk menyambut HUT RI dengan semangat kemerdekaan. Dia juga mengingatkan agar seluruh warga bisa menjaga persatuan dalam keberagaman.

"Kita hadir di Pulau Lirang ini untuk menancapkan bendera merah putih di Tapal Batas NKRI pertanda kedaulatan kita jaga, kita mempertahankan Negara Republik Indonesia. Kita datang dari berbagai suku bangsa dan agama tetapi kita tetap satu Negara Indonesia," tuturnya.

Lalu Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno yang juga ikut dalam rombongan pun mengatakan wilayah yang dipimpinnya hampir semua dibingkai dengan perbatasan dengan Timor Lest mulai dari Lirang dan Wetar. Sedangkan Letti, Moa, Lakor, Babar dan Luang Sermatang berbatasan dengan Australia.

"Masalah cuaca dan transportasi menjadi kendala terbesar di MBD tapi anggaran dan APBD juga menjadi kendala terbesar pula dalam memajukan dan mensejahterakan Warga. Uuntuk itu dengan kehadiran Ibu Menteri kami berharap agar BUMN dapat memberikan perhatian kepada Masyarakat yang ada di MBD," ucap Barnabas Orno.

Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Mayjen Doni. Atas inisiasi mantan Danjen Kopassus itu, maka kegiatan tersebut dapat terlaksana.

"Dalam sejarah Kemerdekaan RI ini baru pertama kalinya Pejabat Pemerintahan datang dan berkunjung ke Pulau Lirang. Kepada Bapak Pangdam kami Masyarakat MBD mengucapkan terima kasih banyak karena atas berkat jasa Bapak Pangdam, Ibu Menteri bisa datang di Pulau Lirang," kata dia.

Saat 1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan RI-Timor LesteFoto: 1.000 Bendera di Pulau Terdepan RI. (Dok. Pendam Pattimura)

Kapendam Pattimura Letkol Sihaloho mengatakan, wilayah Wetar dan Lirang turut menjadi perhatian jajaran Kodam Pattimura. Ini mengingat kondisi dua pulau itu yang ada di perbatasan.

"Anak-anak muda di sana datang ke pangdam menjelaskan kondisi di sana. Sebab ada istilah dari di sana, merah putih di hatiku, tapi perut Timor Leste," terang Letkol Sihaloho dalam perbincangan dengan detikcom.

Hal tersebut lantaran secara geografis wilayah Lirang dan Wetar lebih dekat dengan pusat kota Timor Leste. Perjalanan yang sulit menuju pusat kota di wilayah Indonesia terdekat membuat sebagian warga lebih memilih untuk ke negara tetangga.

"Maka ada inisiasi gagasan 1.000 bendera merah putih. Pangdam pun langsung perintahkan kami membantu," tutupnya.
(elz/cim)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed