Puspom AD Bantu Sidik Kaburnya Tahanan Pembunuh Bos Asaba
Kamis, 12 Mei 2005 12:29 WIB
Jakarta - Tahanan pembunuh bos Asaba yang kabur terus diburu. Puspom AD pun turun tangan membantu penyidikan kasus buronnya mantan anggota marinir tersebut."Kita tidak membentuk tim khusus. Tetapi di bagian kita, ada bagian penyidikan dan pengamanan. Nah, itu yang diprioritaskan membantu mereka," kata Komandan Puspom AD Mayjen TNI Ruchyan usai sertijab Danpomdam Jaya di Markas Pomdam Jaya, Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2005).Ruchyan yang juga merangkap sebagai staf khusus TNI ini mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab penuh atas larinya tahanan dua terpidana mati kasus pembunuhan bos Asaba."Tidak ada target waktu. Namun kita upayakan semaksimal mungkin, seperti disampaikan KSAL bahwa hidup atau mati akan diburu," ujarnya.Pangdam Jaya Mayjen TNI Agustadi menegaskan, Kodam Jaya telah melakukan koordinasi untuk mencari kedua buronan tersebut. "Ya, kita sudah koordinasi dengan POM AL untuk koordinasi pencarian," imbuhnya.Dua mantan anggota marinir Syam Ahmad Sanusi dan Suud Rusli yang menjadi pelaku pembunuhan Direktur Utama PT Asaba Boedyarto Angsono dan pengawalnya Edy Siyep kabur dari tahanan Polisi Militer Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Jakarta. Keduanya kabur dengan menggergaji jeruji besi sel pada 5 Mei 2005 pukul 04.00 WIB.
(aan/)











































