DetikNews
Sabtu 12 Agustus 2017, 15:30 WIB

Pengacara Belum Tahu Alasan Jeremy Thomas Ditetapkan Tersangka

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Pengacara Belum Tahu Alasan Jeremy Thomas Ditetapkan Tersangka Jeremy Thomas (Foto: Hanif/detikHOT)
Jakarta - Jeremy Thomas ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan di kasus pengalihan aset vila di Ubud, Bali, senilai Rp 16 Milyar. Pengacara Jeremy mengaku belum tahu alasan penetapan tersangka tersebut.

"Kita belum tahu (kenapa jadi tersangka), mungkin hanya masalah pelimpahan sehingga ini adalah merupakan kewenangan Polri yang diberikan oleh KUHAP itu sendiri," kata Amin saat jumpa pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).


Amin menyebut Jeremy ditersangkakan sementara Polda Bali sudah mengeluarkan Surat Perintah Perhentian Penyidikan (SPPP) terhadap kasus Jeremy. Kini, Jeremy belum menerima jadwal pemeriksaan dari pihak kepolisian meski telah menerima Surat Perintah Perhentian Penyidikan (SPDP) dari Kepolisian.

"Belum (dilakukan pemeriksaan), tapi yang kita terima kemarin itu cuma SPDP kita sebagai terlapor," ujar Amin.

Ditanya lagi soal apakah Jeremy memang ditetapkan tersangka, Amin menjawab belum. "Belum, belum (ditetapkan sebagai tersangka)," jawab Amin.


Amin menuturkan, Pihak Jeremy akan melaporkan balik Alexander Patrick Morris jika nanti ditemukan ada pemalsuan bukti yang diberikan oleh Patrick kepada pihak kepolisian.

"Kalau nanti kita melihat bahwa laporan itu adalah ada unsur pemalsuan daripada fakta-fakta itu kita akan balik laporkan," kata Amin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jeremy Thomas tersandung kasus sengketa lahan dan bangunan vila di Ubud, Bali, pada 2013 antara dirinya dan Patrick Alexander yang merupakan warga negara Australia. Patrick menuduh Jeremy telah menipu atas pengalihan aset vila yang merugikan dirinya mencapai Rp 16 miliar. Patrick melaporkan kasus itu ke Polda Bali pada Oktober 2014 lalu.
(rna/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed