Hamid : Tuduhan Hamdani Perlu Dicek Lagi Kebenarannya
Kamis, 12 Mei 2005 10:45 WIB
Jakarta - Hamid Awaluddin terpojok. Kepala Biro Keuangan KPU Hamdani Amin menyebut Hamid menerima dana taktis US$ 105.000. Tuduhan Hamdani itu, menurut Hamid, perlu dicek lagi kebenarannya. Pengacara Hamid pun siap menggugat balik.Hamid, mantan anggota KPU yang kini menjadi Menteri Hukum dan HAM, ketika ditemui wartawan di Depdagri, Kamis (12/5/2005), meski sedikit kata, namun masih lumayan bersedia berkomentar. "Tidak etis menanyakan hal itu pada saya," kata Hamid. "Tanya saja ke Hamdani," tambahnya.Sebaliknya, pengacara Hamid, Amir Syamsuddin, langsung menyamber tuduhan tak sedap itu. "Itu fitnah, Hamdani harus bisa membuktikan," ujar Amir Syamsuddin, kepada detikcom, Kamis (12/5/2005).Tindakan Hamdani, masih menurut Amir, dinilai sebagai bentuk melempar tanggung jawab. Dia, Hamdani itu, dituduh Amir telah menyebut nama-nama lain karena ia sedang menghadapi proses hukum. "Silakan saja KPK mengusut itu," tandas Amir.Jika nantinya Hamdani tidak bisa membuktikan bahwa Hamid telah kecipratan dana taktis US$ 105.000 itu, Hamid, seperti dikatakan Amir, akan menuntut balik Hamdani. "Kalau tidak benar, mereka harus siap untuk dituntut," kata Amir.Masih menurut Amir, sejauh ini, jika diperlukan, Hamid siap memenuhi panggilan KPK. "Namun sampai sekarang belum ada panggilan dari KPK,"kata Amir.Seperti diketahui, Hamdani Amin, melalui kuasa hukumnya, Abidin, menyebut semua anggota KPU menikmati dana taktis masing-masing sebesar US$ 105 ribu. Sedangkan untuk ketua dan wakil ketua KPU mendapat jatah jauh lebih besar.Total dan taktis yang disiapkan Hamdani untuk 'uang honor' anggota KPU itu US$ 1,155 juta. Selain uang, para anggota KPU juga menerima dalam bentuk barang seperti telepon selular.Hamid Terima Tunjangan Hari RayaAmir mengaku, kliennya menerima uang selain honor sebagai anggota KPU. Namun, jumlahnya tidak sebesar dana yang disebut Hamdani. "Kalau mendapatkan tunjangan hari raya tentu beliau (Hamid) dengan beritikad baik menduga itu bersumber dari yang halal," jelasnya. Semua uang yang diterima Hamid selalu memiliki tanda terima. "Semua ada daftar uang yang diterima plus ada pajaknya," demikian Amir.
(ton/)











































