DetikNews
Jumat 11 Agustus 2017, 20:56 WIB

Menteri Susi Polisikan Aktivis Nelayan, Polri: Sudah Penyidikan

Audrey Santoso - detikNews
Menteri Susi Polisikan Aktivis Nelayan, Polri: Sudah Penyidikan Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melaporkan Ketua Umum Front Nelayan Indonesia Rusdianto Samawa ke Bareskrim Polri. Susi melaporkan Rusdianto atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Laporan itu teregistrasi pada 6 Juli 2017 dengan nomor LP/664/VII/2017/Bareskrim. Susi melaporkan Rusdianto dengan tuduhan melanggar Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP tentang Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik.

"Kasusnya sudah lama dilaporkan. Sudah sampai tahap penyidikan sekarang. SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sudah terbit dari kemarin-kemarin," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran kepada detikcom, Jumat (11/8/2017).

Fadil mengatakan dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang dimaksud Susi terdapat dalam video yang diunggah Rusdianto di akun Facebook dan YouTube-nya. Fadil menerangkan penyidik belum menetapkan terlapor Rusdianto sebagai tersangka. Status Rusdianto saat ini adalah sebagai saksi.

"(Video yang dilaporkan) akun YouTube Rusdianto Samawa dan Facebook-nya. Statusnya (Rusdianto) masih saksi. SPDP sudah ada. Tapi tersangkanya belum," jelas Fadil.

Menurut Fadil, penyidik sudah meminta keterangan kepada para saksi dan ahli dalam kasus ini. Rencananya, penyidik akan memeriksa Rusdianto pada Senin (14/8).

"Sudah di-BAP beberapa saksi dan ahli. Dan rencana hari Senin, panggilan kedua terhadap Saudara Rusdianto Samawa selaku saksi terlapor," ujarnya.
(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed