"Khusus untuk keluarga saya, terutama berkaitan dengan jenis-jenis gratifikasi, dan kita akan mengirim sinyal yang jelas dan di rumah juga nanti ada pengumuman SOP, bagi tim yang melekat juga. Karena ternyata, menurut KPK, justru bolongnya itu ada di tim-tim dan keluarga," ujar Sandiaga setelah bertemu dengan Bambang Widjojanto di Hotel Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).
Foto: Denita/detik |
Sandiaga mengatakan upaya pencegahan tindak pidana korupsi yang melibatkan keluarganya juga akan diterapkan ke tingkat pemerintahan DKI. Sandiaga berharap indeks korupsi di DKI Jakarta akan semakin kecil, sementara tingkat kepercayaan masyarakat semakin tinggi.
"Sekarang kita justru berbicara bagaimana SOP-nya, karena kita akan dukung langkah KPK untuk betul-betul menghadirkan pemerintahan yang transparan bersih dan totally antikorupsi, yang bisa diciptakan di DKI," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak keluarga memang tidak disentuh, tidak diberi pemahaman. Kemampuan penetrasi koruptor begitu canggih, harus diantisipasi. Keluarga bisa mendapat masalah karena tidak tahu, karena lalai. Mudah-mudahan bukan karena kesengajaan, ini salah bentuk defence, antisipasi potensi terjadinya tindak pidana korupsi dengan mempengaruhi keluarga," kata Bambang.
Bambang mencontohkan kasus mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho bersama istri keduanya, Evy Susanti, yang dijerat perkara suap hakim dan panitera pengadilan tata usaha negara di Medan. (nvl/rvk)












































Foto: Denita/detik