Cegah Korupsi, Sandiaga Bikin SOP untuk Keluarga dan Tim

Cegah Korupsi, Sandiaga Bikin SOP untuk Keluarga dan Tim

Denita BR Matondang - detikNews
Jumat, 11 Agu 2017 18:58 WIB
Cegah Korupsi, Sandiaga Bikin SOP untuk Keluarga dan Tim
Foto: Denita/detik
Jakarta - Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno mengapresiasi saran mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto agar dirinya dan keluarga menjauhi korupsi. Sandiaga akan membuat standard operating procedure (SOP) untuk keluarga dan timnya selama dirinya menjabat wakil gubernur.

"Khusus untuk keluarga saya, terutama berkaitan dengan jenis-jenis gratifikasi, dan kita akan mengirim sinyal yang jelas dan di rumah juga nanti ada pengumuman SOP, bagi tim yang melekat juga. Karena ternyata, menurut KPK, justru bolongnya itu ada di tim-tim dan keluarga," ujar Sandiaga setelah bertemu dengan Bambang Widjojanto di Hotel Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).
Cegah Korupsi, Sandiaga Bikin SOP untuk Keluarga dan TimFoto: Denita/detik

Sandiaga mengatakan upaya pencegahan tindak pidana korupsi yang melibatkan keluarganya juga akan diterapkan ke tingkat pemerintahan DKI. Sandiaga berharap indeks korupsi di DKI Jakarta akan semakin kecil, sementara tingkat kepercayaan masyarakat semakin tinggi.

"Sekarang kita justru berbicara bagaimana SOP-nya, karena kita akan dukung langkah KPK untuk betul-betul menghadirkan pemerintahan yang transparan bersih dan totally antikorupsi, yang bisa diciptakan di DKI," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Bambang meminta gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies-Sandiaga dan keluarganya tidak terlibat tindak pidana korupsi. KPK belakangan ini kerap menangkap beberapa pejabat daerah.

"Pihak keluarga memang tidak disentuh, tidak diberi pemahaman. Kemampuan penetrasi koruptor begitu canggih, harus diantisipasi. Keluarga bisa mendapat masalah karena tidak tahu, karena lalai. Mudah-mudahan bukan karena kesengajaan, ini salah bentuk defence, antisipasi potensi terjadinya tindak pidana korupsi dengan mempengaruhi keluarga," kata Bambang.

Bambang mencontohkan kasus mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho bersama istri keduanya, Evy Susanti, yang dijerat perkara suap hakim dan panitera pengadilan tata usaha negara di Medan. (nvl/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads