Terduga Teroris di Serpong Sudah Diintai Seminggu Terakhir

Terduga Teroris di Serpong Sudah Diintai Seminggu Terakhir

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Jumat, 11 Agu 2017 15:13 WIB
Terduga Teroris di Serpong Sudah Diintai Seminggu Terakhir
Rumah yang disewa terduga teroris di Serpong (Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom)
Tangerang Selatan - SPT, terduga teroris yang ditangkap di Serpong, Tangerang Selatan, disebut telah diintai selama seminggu terakhir. Dia ditangkap di dekat rumah yang disewanya di Melia Grove.

"Selama sepekan terakhir sebenarnya sudah ada yang ke sini. Bilangnya dari satuan. Nah baru tadi pagi sekitar pukul 02.00 WIB baru menginformasikan dari Densus 88," ucap koordinator keamanan perumahan itu, Husein, ketika ditemui di pos keamanan, Jumat (11/8/2017).


Husein menyebutkan bila tim Densus 88 Antiteror sebenarnya berencana melakukan penangkapan sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, pada akhirnya, SPT ditangkap ketika hendak mengantarkan anaknya ke sekolah.

"Jadi mantaunya dari subuh sudah di lokasi. Tapi karena nggak kunjung datang akhirnya yang bersangkutan dilakukan penangkapan di luar. Pas dia antar anaknya ke sekolah sekitar pukul 06.20 WIB," kata Husein.


Menurut Husein, kejadian itu terjadi di depan gerbang pintu masuk kompleks perumahan. Saat penangkapan terjadi, menurutnya SPT tidak melakukan perlawanan.

"Anaknya kan dibonceng jadi diamankan dulu, terus SPTnya langsung dibawa ke dalam mobil," imbuh Husein.

Husein menambahkan, setelah penangkapan SPT, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah SPT dan membawa beberapa barang serta dokumen sebanyak empat boks.

"Habis itu Densus ke rumahnya SPT buat penggeledahan. Ada dari dalem rumah bawa empat boks trus sempet pasang garis polisi, tapi habis itu dilepas lagi," tutupnya.


Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan SPT diduga mendanai orang-orang yang hendak berangkat ke Suriah dan Filipina. Menurutnya yang bersangkutan telah dibawa ke Mako Brimob untuk pemeriksaan intensif.

"Melakukan pendanaan kepada orang-orang yang mau berangkat ke Filipina dan Suriah. Sudah dibawa ke Mako Brimob untuk dilakukan pemeriksaan intensif," imbuh Martinus di gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017). (adf/dhn)


Berita Terkait