DetikNews
Jumat 11 Agustus 2017, 06:39 WIB

Ketika Sop Buntut 'Diserbu' Warga Selandia Baru

Andi Abdullah Sururi - detikNews
Ketika Sop Buntut Diserbu Warga Selandia Baru Foto: istimewa
Wellington - Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru memperkenalkan kuliner nusantara di negara tersebut. Sop buntut paling laris diserbu.

Bertajuk Indonesian Cullinary Week (ICW), program promosi tersebut digelar di hotel bintang 5, James Cook Hotel, di ibukota Wellington – dan akan berlangsung hingga 20 Agustus mendatang.

Sekitar 250 orang, yang sebagian besar adalah warga Selandia Baru, mencicipi aneka makanan Indonesia itu pada pada hari pembukaan Kamis (10/8) malam waktu setempat. Selain pengunjung restoran, acara ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat pemerintah dari kementerian luar negeri dan perdagangan, anggota parlemen, korps diplomatik, LSM, Radio New Zeland, dunia usaha, dan komunitas Friends of Indonesia.

Menurut Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, ini adalah kali pertama makanan Indonesia diperkenalkan di negara tersebut. Ia berharap, food promotion semacam ini akan menjadi pintu masuk untuk kehadiran restoran Indonesia di Wellington.

Ketika Sop Buntut 'Diserbu' Warga Selandia BaruFoto: istimewa

Berbagai makanan khas Indonesia yang diboyong ke tempat ini antara lain rendang, kambing guling, sate ayam, mie bakso, mie goreng, nasi goreng, ayam goreng kecap, sampai es teler.

Ketika Sop Buntut 'Diserbu' Warga Selandia BaruFoto: istimewa

"Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang beraneka ragam, sehingga perlu promosi yang serius dan terarah agar bisa menjadi komoditas unggulan di luar negeri. Dan kita bangga sekali karena rendang dan nasi goreng menempati peringkat pertama dan kedua dalam daftar 50 makanan terlezat di dunia versi CNN," demikian Tantowi dalam keterangan yang diterima redaksi.

Para pengunjung dan undangan tampak antusias dan bolak balik menikmati aneka hidangan di meja buffet. Salah satu hidangan yang terus mendapat pujian atas kelezatannya adalah sop buntut. Sajian yang satu ini memang spesial karena diracik langsung oleh dua chef dari Hotel Borobudur, Jakarta, Idham Colid dan Okky Septiyadi, yang terkenal dengan masakan tersebut.

Pemilihan sop buntut didasari fakta bahwa Selandia Baru memiliki produk daging yang sangat baik kualitasnya dan Indonesia sangat kaya dengan bumbu rempah, sehingga perpaduan antara keduanya akan menjadi 'perkawinan' yang sempurna.

"Semoga acara di Wellington ini bisa bergaung ke negara-negara lainnya dan sop buntut akan menjadi primadona baru kuliner dunia," tambah Tantowi.

Ketika Sop Buntut 'Diserbu' Warga Selandia BaruFoto: istimewa

Dalam sambutannya, Steve Martin, General Manager James Cook Hotel, berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Duta Besar Indonesia dan menghargai transfer ilmu selama kedua chef Indonesia itu memasak di hotelnya. Dia juga optimistis kuliner Indonesia akan cepat diterima oleh warga Selandia Baru karena rasa dan variasinya.

Acara yang akan berlangsung sepuluh hari tersebut diprediksi akan dikunjungi oleh lebih dari 500 orang. Tantowi menganggap ketertarikan warga Selandia Baru pada makanan Indonesia adalah pintu masuk hubungan bilateral yang lebih baik di masa-masa mendatang.

Ketika Sop Buntut 'Diserbu' Warga Selandia BaruFoto: istimewa

Ketika Sop Buntut 'Diserbu' Warga Selandia BaruFoto: istimewa

Ketika Sop Buntut 'Diserbu' Warga Selandia BaruFoto: istimewa



(a2s/van)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed