DetikNews
Jumat 11 Agustus 2017, 04:34 WIB

Laporan Dari Madinah

Insiden Petugas Tak Terangkut Warnai Pemberangkatan Jemaah ke Makkah

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Insiden Petugas Tak Terangkut Warnai Pemberangkatan Jemaah ke Makkah Foto: Triono Wahyu Sudibyo/ detikcom
FOKUS BERITA: Haji 2017
Madinah - Pemberangkatan jemaah dari Madinah ke Makkah dalam sepekan terakhir tidak berjalan mulus. Ada petugas yang tak terangkut terkait urusan paspor. Alhasil, jemaah tiba di Mekah, petugas tetap di Madinah.

Asnawi lalu lalang di Kantor Misi Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Madinah, Kamis (10/8/2017). Dia sudah mengenakan ihram. Seharusnya pembimbing ibadah kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Makassar (UPG 05) ini tiba di Makkah pada Selasa (8/8), namun hingga hari ini dia di Madinah.

Jemaah dari Madinah digeser ke Mekah dengan menggunakan bus. Masuk ke Tanah Suci tak sebebas wilayah lain. Ada pengecekan dokumen seperti paspor, visa, dan izin dari pemerintah Saudi.

Insiden Petugas Tak Terangkut Warnai Pemberangkatan Jemaah ke MekahInsiden Petugas Tak Terangkut Warnai Pemberangkatan Jemaah ke Mekah Foto: Triono Wahyu Sudibyo/ detikcom


"Paspor saya tidak tahu di mana, karena diserahkan ke Muassasah (Penyelenggara Haji Arab Saudi) seperti yang dilakukan jemaah," kata Asnawi.

Karena tak bisa mendampingi, Asnawi memandu 450-an jemaahnya untuk beribadah di Masjidil Haram via pesan WhatsApp. "Tapi ya tidak maksimal. Ada jemaah yang belum bisa beribadah sampai sekarang," tuturnya.

Selain Asnawi, Habiburahman mengalami nasib serupa. Ketua rombongan kloter 13 Surabaya (SUB 13) seharusnya berangkat ke Makkah hari ini tapi tertahan gara-gara urusan paspor.

Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo, menyebut seharusnya petugas paham soal paspor dan seluk beluk tahapan kedatangan hingga pergeseran jemaah. Petugas tak boleh memberikan paspor ke Muasassah karena terkait pembayaran. Jika sudah diserahkan, maka paspor akan bercampur dengan jemaah dan butuh waktu untuk mencarinya.

"Petugas beda pembayarannya dibanding jemaah, jadi paspor tak boleh diserahkan ke muassasah. Harusnya petugas sudah tahu soal itu," jelas Amin.

Amin mengakui tidak mudah mengatur jemaah dan petugas. Ada saja yang tidak patuh. Misalnya, jemaah di bus satu pindah ke bus 5. Itu bisa jadi masalah karena jumlah paspor dan penumpang bus berbeda.

"Tapi yang jelas, semua pasti akan ke Makkah. Kita sudah koordinasi dengan berbagai pihak agar prosesnya lancar. Hanya saja semua butuh waktu," katanya.

Jemaah dan petugas kloter mulai digeser dari Madinah ke Makkah sejak sepekan terakhir. Hingga hari ini tercatat lebih dari 25 ribu jemaah sudah berada di Makkah. Pergeseran jemaah dijadwalkan berakhir pada Minggu, 20 Agustus 2017.
(try/nkn)
FOKUS BERITA: Haji 2017
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed