"Harus menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan Polda Bali, tidak boleh ada spekulasi apapun sebelum jelas," kata Pastika di Denpasar, Bali, Kamis (10/8/2017).
Meski begiti, Gubernur Pastika tetap meminta masyarakat waspada dan melaporkan kepada pihak kepolisian jika melihat hal mencurigakan terkait senjata AK 101 yang dirampas itu.
"Jelas jadi perhatian itu, kan satu hal yang harus kita sikapi, menurut saya, untuk meningkatkan kewaspadaan lagi," ujar Pastika.
Menurut Pastika, perampasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah orang tak dikenal terhadap Brigadir Bagus Suda Suwarna tak bisa diperkirakan. Hal ini karena tak ada yang bisa menjamin keamanan 100 persen.
"Kalau (tindakan) perorangan seperti itu sulit (diperkirakan), tapi Hotel Ayana itu ketat sekali, ada anjingnya dan macam-macam. Tetapi, sekali lagi, selalu ada celah. Tidak ada instansi atau negara manapun yang bisa menjamin safe 100 persen, bukan berarti kita mentolerir itu," ucap Pastika.
Brigadir Suda diserang orang tak dikenal yang diduga WNA di Hotel Ayana Jimbaran pada Selasa (8/8) siang. Senjata AK 101 berpeluru 30 butir dirampas dari anggota Brimob Polda Bali tersebut. (vid/idh)











































