DetikNews
Kamis 10 Agustus 2017, 19:22 WIB

Komnas HAM Nilai Kerja Polisi Lambat di Kasus Teror Novel

Rois Jajeli - detikNews
Komnas HAM Nilai Kerja Polisi Lambat di Kasus Teror Novel Massa minta polisi ungkap kasus Novel/Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom
Surabaya - Komnas HAM melihat penyelidikan kasus penyiraman air keras yang dilakukan polisi lambat. Komnas HAM berharap agar kasus ini bisa segera terungkap dan ditangkap pelakunya.

"Kami melihatnya cenderung lambat," kata Wakil Ketua Komnas HAM M Nurkhoiron kepada wartawan usai bertemu dengan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Agung Yudha, dalam rangka koordinasi penyelidikan kasus pembantaian dukun santet dan ninja di Jawa Timur, di halaman gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (10/8/2017).

Menurutnya kasus Novel adalah kasus besar. Dia menilai, kasus Novel ini tidak bisa ditangani seperti kasus yang lain.

"Meski ada keterlambatan kami masih melihat, selama polisi berkoordinasi dengan KPK, ya kita dorong saka supaya dapat menyelesaikan," terangnya.

Jika benar-benar ada indikasi tidak bisa diselesaikan, Komnas HAM akan memberikan pernyataan sedikit keras. "Atau bahkan memberikan pernyataan lebih keras," jelasnya.

Khoiron menegaskan, jika proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian mengalami kemacetan, Komnas HAM akan mengkaji kembali. Dia juga menganggap tidak perlu dibentuk tim pencari fakta di kasus ini.

"Jadi kita mendorong dan memantau apa yang sekarang sedang dilakukan oleh kepolisian. Jadi belum waktunya membentuk TPF," ujarnya.


(roi/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed