"Saya tadi diterima sangat baik oleh beliau, diberikan kesempatan untuk berdiskusi, tentu saya menyimak hal-hal yang beliau sampaikan tentang perubahan lanskap ekonomi, politik, sosial karena kemajuan zaman dan apa implikasinya dengan negara kita," ujar Agus sesaat sebelum meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).
"Dan bagaimana beliau sangat berharap generasi muda jadi backbone, jadi tulang punggung perubahan yang harus kita sikapi dengan baik dan bijak," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak dibahas khusus tentang politik hari ini. Beliau hanya harap komunikasi politik nasional, termasuk Pak Presiden dan Pak SBY dapat dijalin dengan baik, tentunya saya amini, kita amini semua," kata Agus.
"Tentunya dalam demokrasi tidak selalu kita sama dalam sikap politik, tapi itu suatu kewajaran. Yang penting komunikasi terjalin dengan baik. Ini, menurut saya, akan semakin sehat. Kalau hubungan sehat, dapat konstruktif," sambung dia.
Agus kemudian mencontohkan bagaimana seharusnya hidup berdemokrasi itu. Menurutnya, hidup demokratis seharusnya bisa menerima perbedaan.
"Contoh kemarin saya ikut kontestasi politik, tapi begitu selesai ya selesai, jangan kemudian terbawa jauh berlarut-larut dalam kebencian, apalagi dendam antara satu pendukung dengan lainnya. Kami tetap bersahabat. Mudah-mudahan semakin matang, semakin baik prosesnya karena kita ingin gagasan," urai mantan calon Gubernur DKI Jakarta ini.
Lalu, apakah Presiden Jokowi juga termasuk sosok yang demokratis di mata Agus?
"Oh, iya dong!" jawab Agus.
"Artinya, dengan membuka atau beri kesempatan saya bertemu langsung berdiskusi ya tentunya beliau ingin menunjukkan bahwa (beliau demokratis), dan beliau sampaikan pemimpin juga harus siapkan kader-kader berikutnya, dalam arti generasi berikutnya," tutur dia.
"Itu harus dibuka ruang interaksi pemikiran gagasan, itu tentu setiap orang memiliki style berbeda-beda, saya meyakini itu, saya pernah mengalaminya. Tapi sejauh itu ditujukan untuk kemajuan bersama ya inilah hidup pasti ada perbedaan, tapi saya tidak mencari perbedaan. Saya ingin mencari kesamaan," pungkas Agus. (bag/elz)










































