DetikNews
Kamis 10 Agustus 2017, 16:05 WIB

Rencana Pembangunan Gedung DPR, MKD: Boleh Baru tapi Jangan Mewah

Hary Lukita Wardani - detikNews
Rencana Pembangunan Gedung DPR, MKD: Boleh Baru tapi Jangan Mewah Gedung DPR RI (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Anggaran DPR tahun 2018 diusulkan sebesar Rp 5,7 T, termasuk untuk rencana pembangunan gedung bagi anggota Dewan. Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad mendukung rencana itu namun meminta pembangunan gedung tidak berlebihan.

Dasco mengatakan pihaknya akan mengkaji rencana pembangunan gedung DPR. Pasalnya, MKD kerap mendapat laporan soal kondisi gedung bagi anggota Dewan yang sudah tidak mumpuni. Peristiwa lift anjlok sudah berulang kali terjadi, bahkan dia sendiri mengalaminya.

"Kita mau lihat apakah memang lift anjlok yang berulang kali ini memang konstruksi gedungnya yang menyebabkan gangguan atau selip itu. Karena sudah berapa kali, sering. Mau mati juga masalahnya. Kayak saya udah 3 kali. Ini karena konstruksinya sudah miring," ujar Dasco di ruang MKD, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

MKD pun berencana memanggil Kesekjenan dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR mengenai anggaran bagi DPR yang naik untuk 2018. Selain itu, kata Dasco, dia akan meminta keterangan soal rencana pembangunan gedung itu.


"Kalau buat gedung, kita bukan mau mendukung yang berpolemik soal pembangunan gedung. Tetapi kalau menurut saya ini nanti kita mau panggil BURT, kesetjenan kita panggil. Karena ada laporan masuk ke MKD ini ada yang sudah mau mati (karena lift anjlok) kemarin," terang politikus Gerindra tersebut.

Hingga saat ini, belum diketahui rencana soal pembangunan gedung DPR itu. Apakah dibangun gedung baru atau merenovasi gedung yang lama. Namun selama ini yang kerap dikeluhkan anggota Dewan adalah soal gedung Nusantara I, yang menjadi lokasi ruangan bagi anggota DPR.

"Tapi kalau diputuskan dari kajian memang perlu ada pembangunan gedung baru, kita akan supervisi benar bahwa pembangunan boleh baru tapi nggak mewah. Jangan pemborosan misalnya," ucap Dasco.

Sebelumnya, Ketua BURT Anton Sihombing menyinggung soal pembangunan gedung ini. Dia mengatakan belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai pembangunan gedung. Baru pembicaraan penataan dan gambar.

"Kan belum bicara bangun gedung. Tapi baru bicara penataan, gambar, nanti saya kasih keterangan resmi," kata Anton, Kamis (10/8).


Terkait dengan wacana penambahan anggaran untuk pembangunan gedung, Anton menyinggung bangunan kamar lurah di DKI lebih bagus daripada kamar DPR. Karena itu, menurutnya, perlu ada perbaikan gedung.

"Saya kan udah keliling DPR seluruh dunia. Kayak gedung itu dulu dibangun untuk 800 orang, sekarang udah 500 orang," tutur Anton.

Dia meminta masyarakat mendukung rencana pembangunan gedung DPR ini. Sebab, menurutnya, bangunan kamar lurah di DKI lebih bagus daripada ruangan anggota Dewan.

"Coba kamar lurah di DKI lebih bagus dari kamar DPR. Malah seandainya itu (pembangunan gedung terealisasi), mestinya semua masyarakat dukung dong. (Gedung DPR) harus diperbaiki, dibangun," tuturnya.
(elz/van)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed