DetikNews
Kamis 10 Agustus 2017, 15:43 WIB

Sepak Terjang Srikandi Indonesia di Misi Perdamaian PBB

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sepak Terjang Srikandi Indonesia di Misi Perdamaian PBB Kiprah Srikandi Indonesia di UNAMID (Foto: Dok. Humas Mabes Polri)
El Fasher - Sembilan srikandi Polwan dari berbagai daerah Indonesia menjadi bagian dari misi perdamaian PBB di Darfur Afrika (UNAMID). Sembilan polwan itu sukses menduduki posisi strategis di main head quarter (MHQ) UNAMID yang diperebutkan para polisi dari seluruh dunia.

"AKBP Yunik Dwi Astuti, sebagai Monitoring Liaison Officer menangani semua IPO New Arrival yang berkaitan dengan Monthly Substantial Allowance (MSA) pertama mereka dan menangani para IPO seluruh dunia yang akan purna tugas dan akan kembali ke negara mereka. Kompol Rusdiani, sebagai penyidik di Internal Investigation Unit (IIU), dalam posisi ini diperlukan keahlian dalam penyelidikan dan penyidikan mengingat beraneka kasus yang dihadapi, baik masalah pelecehan, cuti di luar ketentuan, pencurian dan lain sebagainya," dikutip dari rilis resmi divisi humas Mabes Polri, yang diterima detikcom Kamis (10/8/2017).

IPTU Wastini memberikan pengarahan tentang pendidikan anak kepada masyarakat wanita SudanKiprah Srikandi Indonesia di UNAMID (Foto: Dok. Humas Mabes Polri)


Selain Yunik dan Rusdiani, ada juga Iptu Wastini yang bertugas menjadi training officer. Wastini menjadi satu-satunya polwan Indonesia yang mengantongi sertifikat sebagai seorang tester UNSAAT.

"Prestasi yang bersangkutan sangat membanggakan sebagai UNSAAT Tester, telah menguji para IPO di berbagai negara antara lain Tanzania, Malawi, Rwanda dan South Africa, serta tidak menutup kemungkinan masih akan menguji di negara lainnya. Selain sebagai seorang UNSAAT Tester yang bersangkutan juga sebagai seorang trainer yang handal di berbagai bidang dan telah berkeliling di berbagai Team Site dan Sector pada misi UNAMDI ini," sambungnya.

Kemudian Brigadir Fraya Sadewi bertugas menjadi protocol officer yang wajib memiliki keterampilan berdiplomasi dan keahlian protokol. Apalagi yang dihadapi merupakan pimpinan atau pejabat utama Perwakilan Pemerintah Sudan, para pejabat UNAMID, maupun delegasi yang berkunjung ke daerah misi UNAMID Darfur Sudan yang berkedudukan di El Fasher.

AKBP Yunik Dwi AstutiKiprah Srikandi Indonesia di UNAMID (Foto: Dok. Humas Mabes Polri)


Selanjutnya AKBP Dr. Imanta Tarigan sebagai Welfare Officer di Sector South. Ada juga Bripka Aprina Pohan pada posisi Planning Officer Sector South, Bripka Anastasia Helena Rompas sebagai admin officer sector South dan Bripka Ni Nyoman Trisna Oktaviani Admin Officer Sector West keduanya adalah Admin Officer.

Para srikandi itu berhasil menjadi bagian dari 208 Indiviual Police Officer (IPO) wanita yang tergabung dalam misi UNAMID di kawasan Darfur, Sudan, Afrika Selatan yang berpenduduk mayoritas muslim. Di negeri yang memegang syariat Islam dan tertutup itulah sentuhan para srikandi ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

"Para IPO wanita ini akan memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan keamanan diri, kesehatan diri dan lingkungan, cara pemberian ASI, pendidikan anak anak dan masih banyak lagi. Sesuai dengan Mandat PBB yang diberikan bagi para IPO diantaranya adalah Community Policing bagi para pengungsi, Capacity Building bagi Kepolisian Setempat, Patroli aktif pada camp pengungsi, monitoring dan pencegahan berkaitan dengan keamanan bagi para pengungsi, memfasilitasi bantuan keamanan dan memberikan keterampilan," ujarnya.

Sepak Terjang Srikandi Indonesia di Misi Perdamaian PBBKiprah Srikandi Indonesia di UNAMID (Foto: Dok. Humas Mabes Polri)


Misi di Darfur Sudan ada karena konflik antara pemerintah Sudan dan beberapa kelompok pemberontak yang meyebabkan situasi politik dan ekonomi masyarakat Darfur Sudan ini termajinalkan oleh otoritas pemerintah di Khartoum. Sejak saat itu timbul konflik kemanusiaan yang terparah di dunia yang menyebabkan korban jiwa sebanyak 300.000 jiwa dan 3.5 juta jiwa harus mengungsi. Selain itu tindak kriminal hampir terjadi setiap hari yang membuat korban jiwa semakin bertambah dan bedampak pada jiwa psikis dan keamanan wanita dan anak anak terancam.

Beberapa kamp pengungsi yang tersebar pada berbagai daerah di Darfur Sudan sebagian besar dalam pengawasan PBB. Namun menjadi srikandi yang ditugaskan di misi kemanusiaan tidak mudah, berbagai tes dan ujian baik di dalam negeri hingga dan tes PBB harus dihadapi.

Kiprah Srikandi Indonesia di UNAMIDKiprah Srikandi Indonesia di UNAMID Foto: Dok. Humas Mabes Polri


Masing-masing harus melalui tes kesehatan, psikologi, bahasa Inggris, mengemudi, hingga menembak. Hal itu demi mengirimkan kontingen Indonesia yang terbaik ke daerah misi.

"Demikian rangkain proses perekrutan IPO wanita Indonesia yang diharapkan semakin berkembang dan meningkatkan mutu kualitas peacekeeper yang professional yang dtidak saja membawa harum pribadi, institusi tetapi juga bangsa dan negara Indonesia," tutupnya.
(ams/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed