"Iya memang sudah ada. Saya sudah oke, setuju, perintah negara masa tidak. Saya akan baca teks proklamasi pakai baju seragam tradisional," ujar Zulkifli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).
Zulkifli mengatakan, akan mengenakan pakaian dari wilayah daerah pemilihannya yaitu Lampung. Ia juga mengatakan sudah menerima surat dari Istana pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya perihal apakah benar setiap tahun tugas membacakan teks proklamasi itu bergilir, Zulkifli meminta hal tersebut ditanyakan ke Istana.
"Nah kalau itu tanya sama sana (Istana). Pokoknya saya dapat undangan, lalu disuruh mengenakan pakaian adat. Oke saya bilang saya bersedia, kan suatu kehormatan," ucap Ketua Umum PAN ini.
Temui Finalis Cerdas Cermat
Dalam kesempatan yang berbeda, Zulkifli menyapa satu-persatu perwakilan dari 34 provinsi finalis Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Tingkat SLTA Nasional Tahun 2017. Acara digelar di Gedung Nusantara V MPR, hari ini.
Kepada para pelajar, Zulkifli menitipkan dua hal penting yang harus dilakukan untuk meraih cita-cita.
"Semua bisa punya cita-cita, tapi ingatlah dua hal penting. Pertama kerja keras pantang menyerah. Kedua, doa orang tua khususnya ibu. Mintalah yang terbaik dari ibumu," katanya.
Zulkifli menyampaikan, di era sekarang ini apa pun latar belakangnya, semua memiliki hak yang sama untuk berprofesi apa saja.
"Anak desa atau anak petani, dari kampung atau kota semua punya hak sama untuk jadi apa saja. Beranilah bermimpi, berani punya cita cita," ujar Zulkifli.
Generasi saat ini, kata Zulkifli, beruntung hidup di zaman sekarang dengan fasilitas pendidikan yang lengkap. Ia menceritakan masa kecilnya yang ketika harus jalan kaki sampai 5 kilo untuk sekolah, tanpa alas kaki alias sepatu.
"Kalau saya yang dari desa sekolah dengan fasilitas seadanya, sepatu saja nggak punya bisa jadi Menteri Kehutanan dan Ketua MPR. Saya yakin adik-adik bisa jauh lebih baik," tutur dia. (nwy/ega)











































