DetikNews
Kamis 10 Agustus 2017, 15:03 WIB

MKD akan Minta Keterangan BURT dan Kesekjenan soal Anggaran DPR

Hary Lukita Wardani - detikNews
MKD akan Minta Keterangan BURT dan Kesekjenan soal Anggaran DPR Foto: Dok. Pribadi Sufmi Dasco Ahmad
Jakarta - Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Sufmi Dasco Ahmad mengomentari perihal usulan kenaikan anggaran DPR. Dia mengatakan, apabila anggaran tersebut untuk pembangunan gedung, itu bisa dipertimbangkan.

Dasco menyebut sempat ada laporan dari anggota dan mengalami sendiri mengenai lift anjlok di gedung DPR. Jadi, menurutnya, perlu ada perbaikan.

"Kita MKD juga mau tanya kok kenaikannya 70%? Kita tanyakan boleh dong, yang mengusulkan kan dari kesetjenan, bukan Banggar," ujar Dasco di ruang MKD, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

"Tapi kalau buat gedung, kita bukan mau mendukung yang berpolemik soal pembangunan gedung. Tetapi kalau menurut saya, ini nanti kita mau panggil BURT, kesetjenan kita panggil. Karena ada laporan masuk ke MKD ini ada yang sudah mau mati (karena lift anjlok) kemarin," imbuhnya.

Dasco mengatakan ingin meminta keterangan soal masalah lift anjlok ini karena kejadiannya berulang. Apakah memang karena konstruksi gedungnya atau ada hal lain.


"Nah kita mau lihat apakah memang lift anjlok yang berulang kali ini memang konstruksi gedungnya yang menyebabkan gangguan atau selip itu. Karena sudah berapa kali, sering. Mau mati juga masalahnya. Kayak saya udah 3 kali. Ini karena konstruksinya sudah miring," terang Dasco.

Menurut politikus Gerindra itu, laporan soal lift anjlok bisa ditindaklanjuti. Ini, disebut Dasco, sudah masuk masalah marwah DPR.

"Kan ada laporan, bisa jadi kemudian kan perkara tanpa pengaduan juga bisa karena saya mengalami sendiri. Jadi bukan kita jadikan perkara, tapi kita lakukan klarifikasi ke BURT (Badan Urusan Rumah Tangga), kesekjenan boleh. Karena ini masalah marwah DPR," urainya.

Lebih lanjut, Dasco mengatakan akan mengkaji terlebih dahulu mengenai masalah ini. Jika keputusan dalam kajian memang diperlukan ada pembangunan gedung, ia mengusulkan agar tidak terlalu mewah.


"Tapi kalau diputuskan dari kajian, memang perlu ada pembangunan gedung baru, kita akan supervisi benar bahwa pembangunan boleh baru tapi nggak mewah. Jangan pemborosan misalnya," tutur Dasco.

Sebelumnya BURT mengusulkan anggaran DPR 2018 sebesar Rp 7,2 T dan telah diketok dalam rapat paripurna pada April lalu. Namun kini Ketua BURT Anton Sihombing membantahnya dan menyatakan usulan anggaran DPR untuk 2018 tak sampai sebesar itu. Totalnya adalah Rp 5,7 T dan diakui ada rencana pembangunan gedung.

"Kan belum bicara bangun gedung. Tapi baru bicara penataan, gambar, nanti saya kasih keterangan resmi. Malah seandainya itu mesti semua masyarakat dukung dong. Harus diperbaiki, dibangun" ucap Anton, Kamis (10/8).
(lkw/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed