DetikNews
Kamis 10 Agustus 2017, 14:51 WIB

Wapres JK: Ketegasan Beda dengan Diktator

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Wapres JK: Ketegasan Beda dengan Diktator Wapres JK (M Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) menganggap langkah pemerintah membubarkan ormas yang tidak sesuai dengan Pancasila sebagai bentuk ketegasan pemerintah dan bukan kebijakan otoriter.

"Itu hanya penilaian (otoriter), Malaysia dan Saudi lebih hebat lagi. Ketegasan tidak berarti diktator, bedakan tegas dan diktator. Ketika pemerintah tegas dianggap diktator, ketika tidak tegas dianggap lemah. Organisasi apa saja tidak memenuhi ketentuan yang ada seperti tidak sesuai Pancasila, selalu singgung SARA, berhak diambil tindakan," tutur JK dalam keterangan pers di kediamannya, Jalan Haji Bau, Makassar, setelah menghadiri puncak peringatan Hari Teknologi Nasional di CPI, Pantai Losari, Makassar.


Meski demikian, JK menganggap masih ada peluang bagi ormas yang dibubarkan untuk aktif kembali dengan menggugat pemerintah di pengadilan.

"Masih ada celahnya, kalau tidak setuju dibawa ke pengadilan. Kalau undang-undang lama, organisasi dibawa ke pengadilan baru dibubarkan atau tidak di pengadilan. Undang-undang baru dibubarkan dulu kalau tidak setuju baru dibawa ke pengadilan. Kalau dinilai tidak sah, maka tidak sah," pungkas JK.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menanggapi tudingan dirinya yang dianggap diktator. Dia meminta masyarakat tidak takut kepadanya.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Pembukaan Pasanggiri Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).


Saat itu Jokowi meminta salah seorang hadirin maju ke panggung berdiri bersama dirinya untuk menjawab pertanyaan yang dia berikan.

"Sini, nggak usah takut, presidennya nggak diktator kok," kata Jokowi kepada seorang remaja perempuan di atas panggung, yang mengundang gelak tawa hadirin.

Jokowi mengatakan, di media sosial, banyak yang menyebut dirinya sebagai seorang diktator. Dia membantah hal itu. "Sekarang di medsos banyak yang menyampaikan, Presiden Jokowi itu otoriter, diktator. Masak wajah saya kayak gini wajah diktator," kata Jokowi tertawa.
(mna/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed