Edy: Anam Tak Berhak Komentari Pembekuan DPW PKB Jatim

Edy: Anam Tak Berhak Komentari Pembekuan DPW PKB Jatim

- detikNews
Rabu, 11 Mei 2005 23:23 WIB
Yogyakarta - Perang kata-kata antarkedua kubu di PKB terus berlanjut. Sekjen DPPP Lukman Edy meminta Choirul Anam untuk tidak mengomentari pembekuan DPW PKB Jawa Timur. Alasannya, dia tidak berhak berkomentar."Kalau sudah tidak mengakui DPP maka bila ada pencabutan SK, dia itu tak boleh komentar," kata Lukman Edy kepada wartawan seusai acara welcome party workshop Young Liberal Democratic Asia (YLDA) di Bale Raos Magangan Kraton Yogyakarta, Rabu (11/5/2005) pukul 22.00 WIB.Sedang soal ancaman Anam untuk membekukan DPP PKB pimpinan Muhaimin Iskandar, Edy menjawab dengan enteng, "Itu tak ada kamusnya. Sebab dia itu tidak mengakui kita dan yang bisa dilakukan adalah introspeksi dan berdoa saja," katanya.Edy juga menilai konflik PKB saat ini jauh lebih mudah daripada dengan Matori Abdul Jalil dulu. "Lebih repot menghadapi Matori daripada Alwi. Buktinya sekarang ini PKB bisa membuat acara workshop yang dihadir 15 negara Asia itu," katanya sambil tertawa.Kasus ini juga dinilai Edy bisa menjadi pemicu bagi DPP untuk bekerja lebih keras lagi untuk memperkuat konsolidasi. Dengan adanya kerikil tajam dari Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf itu justru akan memperkuat konsolidasi DPP dengan DPW dan DPC PKB se Indonesia.Hal senada juga dikatakan salah satu Wakil Sekjen PKB Hanif Dakiri. Menurutnya klaim Anam mengenai pembekuan DPW PKB Jatim tidak perlu dipikirkan. "Konflik yang terjadi di PKB ini secara organisasional juga tidak ada. Yang ada hanyalah beberapa individu yang kalah dan kecewa serta tak puas," katanya.Hanif mengibaratkan orang-orang yang kalah dalam muktamar PKB lalu seperti orang yang baru saja kehilangan anggota keluarga. Dalam waktu tiga hingga tujuh hari sangat wajar mereka masih berduka. "Namun kalau sudah 40 hari atau 100 hari, mereka sudah tak menangis lagi," katanya. (gtp/)


Berita Terkait