Polisi Sita Lahan Pertamina di Simprug Terkait Dugaan Korupsi

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 09 Agu 2017 19:27 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Bareskrim Polri menyita aset berupa tanah di Simprug Kavling, Jakarta Selatan, seluas 1.088 meter persegi. Penyitaan itu dilakukan terkait dugaan korupsi penjualan aset lahan PT Pertamina di Simprug 2011.

"Penyitaan dilakukan tanggal 3 Agustus 2017," kata Kabag Penerangan Umum (Penum) Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, ketika dihubungi detikcom, Rabu (9/8/2017).

Bareskrim juga melakukan pelimpahan tahap pertama kasus tersebut ke Kejaksaan Agung pada tanggal 8 Agustus kemarin. Di berkas tersebut terdapat nama tersangka senior Vice Presiden Asset Management PT Pertamina (Persero) Gathot Harsono.

"Tahap 1 pada tanggal 8 Agustus 2017 dengan tersangka atas nama Gathot Harsono jabatannya senior Vice Presiden asset management pada waktu kejadian," kata Martinus.

Gathot dikenakan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Penyitaan lahan ini dilakukan untuk pembuktian kasus.

"Untuk pembuktian dan asset recovery," kata Kasubdit V Direktorat Tipikor Bareskrim Polri, Kombes Indarto terpisah.

Gathot menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pelepasan aset milik Pertamina berupa tanah seluas 1.088 meter persegi tersebut. Ghatot sebagai tersangka di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada 15 Juni 2017 berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) Nomor Sprin.Sidik/129.a/VI/2017/Tipidkor.

Dalam kasus ini sudah diperiksa sejumlah orang di antaranya suami dan anak Lidia, pembeli aset PT Pertamina berupa lahan seluas 1.088 meter tersebut. Lidia sendiri telah meninggal dunia pada 2015. (yld/nvl)