DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 18:45 WIB

Cerita Penggali Kubur Saat Menggali Makam Tertuduh Pencuri Ampli

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Cerita Penggali Kubur Saat Menggali Makam Tertuduh Pencuri Ampli Foto: Edward Febriyatri Kusuma/detikcom
Jakarta - Polisi membongkar makam MA, tertuduh pencuri amplifier Musala Al-Hidayah yang tewas diamuk dan dibakar massa. Penggali makam TPU Kedondong, Ahmad, menceritakan kisahnya menggali makam MA.

"Kebetulan saya yang menggali makamnya. (Jenazah) diplastik (kantong mayat) waktu diangkat, plastiknya dibuka," ujar Ahmad di lokasi pemakaman, Rabu (9/8/2017).

Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian MA. Proses pembongkaran dan autopsi jenazah dilakukan tim forensik Rumah Sakit Polri.

Proses autopsi dilakukan tim forensik, yang terdiri atas dokter bedah mayat dan penyidik, selama satu jam dan tertutup. Polisi pun menutup kembali makam tersebut serta meninggalkan tenda dan garis polisi.

Ahmad mengaku tidak lihat wajah tertuduh pencuri amplifier musala. Namun dia bisa merasakan bagian tubuh jenazah telah hancur.

"Tubuh masih utuh, tapi lembek karena ada berair. Ya sebetulnya wajar saja, karena sudah seminggu dikubur," paparnya.

Selama autopsi, Ahmad tidak diperbolehkan melihat oleh tim forensik. Ketika dikubur kembali, jenazah dipakaikan kain kafan yang baru.

"Saya tidak lihat tubuhnya, kalau tadi (autopsi) bongkar di atas, kain kafan (jenazah) diganti baru, dan plastik (kantong mayat) dikubur lagi karena masih banyak darah (sisa bagian tubuh)," beber Ahmad.

Ahmad mengaku melihat proses pemakaman MA yang berjalan tanpa hambatan. Dia juga merasakan ada satu keanehan yang dialaminya ketika menggali makam pertama kali.

"Ini ada bedanya, tanah itu harusnya udah ada mayatnya, ada yang dikubur lima tahun lalu. Tapi, pas saya gali, mulus dan kosong," ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, tertuduh pencuri amplifier di atas makam orang. Namun jenazah yang sebelumnya telah dikubur tidak menyisakan tulang belulang.

"Saya gali dalamnya 1,5 meter. Biasanya sih harusnya ada (tulang). Tapi ini kenapa bisa kosong. Ya, anehnya di situ," pungkasnya.
(edo/nvl)
Baca Juga
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed