DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 18:18 WIB

Polisi Beberkan Fakta Pencurian Ampli oleh Pria yang Dibakar Massa

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Beberkan Fakta Pencurian Ampli oleh Pria yang Dibakar Massa Foto: Edward Febriyatri Kusuma/detikcom
Jakarta - Polisi menyimpulkan MA (25) sebagai terduga kuat pelaku pencurian amplifier di Musala Al-Hidayah, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kesimpulan ini didasari fakta-fakta dari bukti dan keterangan para saksi.

"Kami pun sebagai penyidik ingin pastikan apakah ampli itu benar milik musala. Faktanya adalah ampli tersebut diakui milik musala itu. Pertama, di amplifier itu, mohon maaf, ada bekas kotoran burung," ujar Kapolrestro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Kotoran burung itu menjadi ciri khas amplifier yang ditemukan di tas ransel MA milik musala. Sebab, atap musala yang tidak sempurna memungkinkan burung menjatuhkan kotorannya ke amplifier tersebut.

"Mengapa (burung) ada di musala itu, karena musalanya tidak sempurna atapnya, sehingga burung bisa masuk ke dalam. Di saat itu burung itu kemudian buang kotoran yang jatuh ke casing amplifier," sambungnya.

Fakta lain, bukti kuitansi pembelian amplifier yang dipegang oleh Rojali menguatkan bahwa barang tersebut milik musala. Rojali adalah marbut di musala tersebut.

"(Fakta) kedua, yang mutlak adalah Saudara Rojali membawa kuitansi bukti pembelian ampli tersebut dan, setelah kita cek, ternyata kode pembelian sama dengan ampli tersebut. Itulah yang kemudian menguatkan bahwa benar amplifier itu milik Musala Al-Hidayah," jelasnya.

Rojali memang tidak mengetahui persis ketika MA melakukan dugaan pencurian itu. Akan tetapi dia mencurigai MA sebab sebelumnya MA sempat menunaikan salat asar di musala itu.

Setelah mengetahui amplifier di musala hilang, Rojali kemudian mengejar MA, yang saat itu menggunakan motor. Rojali kemudian menemukan MA di Pasar Muara, yang berjarak 3-4 km.

Rojali berhasil menangkap MA saat itu. Warga pun mengerumuninya. Rojali sempat menjelaskan kepada warga bahwa MA telah mencuri amplifier. Emosi warga pun tersulut sehingga bersama-sama mengeroyok korban dan membakarnya hingga tewas.

Terkait dengan aksi pengeroyokan terhadap MA, polisi telah menetapkan 5 tersangka, salah satunya SD (27), yang menyiramkan bensin ke tubuh korban dan menyulutnya dengan korek api sehingga korban terbakar.
(mei/nvl)
Baca Juga
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed