DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 16:35 WIB

JK Pimpin Rapat Penanganan Anak Kerdil

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
JK Pimpin Rapat Penanganan Anak Kerdil Foto: Wapres JK pimpin rapat Stunting (Opik-detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memimpin rapat tentang penanganan anak kerdil (stunting) yang fokus pada 100 kota di Indonesia. JK tidak menginginkan anak Indonesia tumbuh kerdil.

Perlu diketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Hadir dalam rapat di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017) adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, terdapat 37 persen atau sekitar 9 juta anak Indonesia yang mengalami masalah stunting. Indonesia termasuk negara yang memiliki prevelensi tinggi untuk stunting dibanding negara-negara berpendapatan menengah lainnya.

"Kita bicara dan memutuskan untuk, pembicaraan masa depan bangsa karena masa depan itu tergantung kelahiran bayi kemudian kesehatannya. Kita tidak ingin menciptakan bangsa yang kerdil karena itu ini perlu diperbaiki," kata JK kepada wartawan usai rapat.

Menurutnya, jika stunting tidak segera diatasi maka akan mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan ketimpangan.

Dalam rapat tersebut, JK meminta setiap kementerian dan lembaga untuk melapor secara berkala kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dirinya mengenai kemajuan pelaksanaan dan capaian penguatan upaya penanganan anak kerdil.

Menteri PMK Puan Maharani menambahkan, pemerintah berharap program gizi seimbang kembali digalakkan. Proyek penanggulangan stunting ini melibatkan 12 kementerian dan lembaga. Puan melanjutkan, penanganan stunting akan menggunakan pendekatan kesehatan dan non kesehatan dengan total anggaran mencapai Rp 60 triliun.

"Tentu saja (target) kekerdilan berkurang, bahkan insya Allah ke depannya nggak ada lagi persentasenya kecil sekali dan yang terpenting gizi untuk anak-anak itu bisa kita antisipasi bahwa makanan yg mereka makan memang cukup gizinya dan kita sesuaikan dengan kearifan lokal, misal karbohidrat tidak hanya beras saja," ucapnya.
(fiq/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed