96 Persen Perbatasan RI dengan Timor Leste Disepakati
Rabu, 11 Mei 2005 17:19 WIB
Jakarta - Akhirnya Pemerintah Indonesia dan Timor Leste menandatangani perjanjian perbatasan. Meskipun baru perjanjian sementara, sudah 96 persen wilayah perbatasan darat RI dan Timor Leste disepakati batas-batasnya. Empat persen wilayah yang belum disepakati disebabkan sulitnya pemetaan."Pada waktu Presiden SBY berkunjung ke Dili, sudah ditandatangani. Untuk keperluan operasional, kita bisa jadikan acuan," jelas Menlu Hassan Wirajuda kepada wartawan usai Rakor Polhukam di Kantor Menko Polkam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2005).Batas-batas wilayah Indonesia dan Timor Leste sudah tidak menjadi persoalan lagi. Perjanjian sementara ini akan diteruskan hingga mencapai 100 persen. Kesulitan pemetaan merupakan hambatan bagi 4 persen yang belum disepakati tersebut.Diperkirakan dalam bulan ini, Indonesia dan Timor Leste akan mengadakan pertemuan Joint Border Committee untuk membahas soal perbatasan ini. Hanya saja Menlu belum menyebutkan waktu dan tempatnya secara persis.Penembakan>/B>Mengenai insiden penyelundupan dan penembakan di perbatasan Timor Leste April lalu, Menlu menyatakan, pihaknya baru menerima laporan dari Dubes RI di Timor Leste. Dubes akan melakukan pertemuan dengan pejabat Kementerian Luar Negeri di sana. Pertemuan tersebut untuk menyampaikan pandangan dan keprihatinan Indonesia tentang insiden di perbatasan."Pada dasarnya kita menyelesaikan masalah itu dalam rangka hubungan bilateral. Tentunya dalam konteks upaya kedua negara menyelesaikan masalah secara baik," katanya diplomatis.Insiden penembakan di wilayah RI oleh orang Timor Leste yang menyelundupkan BBM dari Indonesia, menurut Menlu, sebenarnya bukan penyelundupan atau penembakan di wilayah Timor Leste. Namun, kedua belah pihak saling menembak di wilayah negaranya masing-masing. "Itu kan masalah perbatasan. Orang kita tertembak memang di wilayah kita, bukan di Timor Leste. Tapi yang nembak orang Timor Leste di wilayah mereka," ujar Menlu.Berkaitan hal tersebut, Pemerintah Indonesia sudah menyampaikan nota keberatan ke Timor Leste. Sekadar diketahui, dalam insiden penembakan itu jatuh korban Lettu Teddy, salah satu komandan pos perbatasan. TNI menyebut Teddy sengaja ditembak oleh oknum polisi Timor Leste saat mengejar penyelundup BBM yang menggunakan bahasa daerah Timor Leste.
(atq/)











































