Taksi Parkir di Trotoar, Pejalan Kaki vs Sopir Heboh Adu Mulut

Niken Purnamasari - detikNews
Rabu, 09 Agu 2017 16:16 WIB
Foto: Screenshot video Facebook
Jakarta - Trotoar di Jakarta kembali beralih fungsi. Sementara sebelumnya ramai dikabarkan banyak pemotor yang melewati trotoar, kini trotoar itu dijadikan tempat parkir mobil. Kenyamanan pejalan kaki terganggu karena ada mobil tersebut.

Seperti yang baru saja terjadi pada Rabu (9/8/2017). Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus berdebat dengan sopir taksi Blue Bird yang memarkirkan mobil di trotoar.

Aksi itu terekam dalam video dan tersebar di media sosial. Alfred mengatakan lokasi kejadian tepat berada di depan Hotel Oria, Jalan Wahid Hasyim, Gondangdia, Jakarta Pusat. Saat itu, ia tengah berjalan di sekitar lokasi dan mendapati ada dua mobil yang terparkir di trotoar.

"Kejadian hari ini, saya mau berangkat kerja dari stasiun menapaki trotoar Jalan Wahid Hasyim. Saya sebenarnya bahagia dan apresiasi ketika sepanjang jalan trotoar tadi cukup steril," kata Alfred kepada detikcom, Rabu (9/8).


"Tapi ketika melihat di depan, di satu hotel ini kok masih ada saja mobil yang parkir di trotoar. Satu mobil putih dan satu taksi. Ini kan harusnya tidak boleh dan mengganggu hak pejalan kaki," lanjutnya.

Alfred kemudian bertemu langsung dengan sopir taksi yang mobilnya terparkir di trotoar itu. Dalam video, sempat terlihat adu mulut keduanya. Sopir berdalih mobil tersebut bukan diparkir dan hanya berhenti sebentar untuk membeli minuman.

"Saya nggak parkir. Mau beli rokok sebentar. Kalau berhenti di bawah kan nggak boleh. Saya cuma lagi nungguin. Ganggu Bapak memangnya?" kata sopir itu.

"Bapak harus membedakan mana menunggu dan mana parkir. Pak, namanya parkir nggak boleh di trotoar. Beli rokok tapi disiplin perlu kan?"

Pengguna jalan sempat menengahi debat yang terjadi. Akhirnya sopir itu kembali ke mobil dan bergerak menjauhi trotoar.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi tentang hal tersebut, pihak Blue Bird menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh sopir itu. Ke depannya, Blue Bird akan meningkatkan pembinaan kepada para sopir.

"Kita menyesalkan dan selama ini juga kita melakukan pembinaan mengenai aturan dan Undang-Undang Lalu Lintas, mana yang boleh dan mana yang tidak. Ini jadi perhatian khusus kita imbauan untuk taat berlalu lintas," kata Head of Public Relations Blue Bird Group Teguh Wijayanto kepada detikcom, Rabu (9/8).

Terkait apakah akan ada tindakan untuk sopir itu, Blue Bird akan memprosesnya terlebih dahulu. "Kita lihat tingkatan sanksi. Bisa peringatan pertama atau peringatan kedua," jelas Teguh. (nkn/imk)