DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 15:03 WIB

Gerindra akan Minta Klarifikasi Poyuono yang 'Selingkuhi Prabowo'

Elza Astari Retaduari - detikNews
Gerindra akan Minta Klarifikasi Poyuono yang Selingkuhi Prabowo Ferry Juliantono (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono 'menyelingkuhi' sang ketum, Prabowo Subianto, dengan memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) setinggi langit. Secara resmi, Gerindra akan memanggil Arief atas manuvernya kali ini.

"Secara internal sudah dibahas dan belum diputuskan. Tapi yang pasti akan dimintai keterangan," ujar sesama Waketum Gerindra, Ferry Juliantono, dalam perbincangan, Rabu (9/8/2017). Ferry ditanya soal apakah akan ada sanksi atas pernyataan Arief kali ini.

Arief sebelumnya juga sudah mendapat teguran dari Gerindra karena menyebut 'wajar PDIP disamakan dengan PKI'. Bahkan Prabowo juga meminta Arief menyelesaikan masalahnya terkait dengan pernyataannya soal PDIP itu.


Akibat pernyataan tersebut, Arief dipolisikan oleh sayap partai PDIP. Kini ia bermanuver 180 derajat. Sementara biasanya mengkritik keras pemerintah dan Jokowi, Arief saat ini memberikan pujian.

Dia juga menyebut Jokowi berpeluang bisa memimpin Indonesia dua periode. Padahal untuk Gerindra, pencapresan Prabowo adalah harga mati.

"Arief mungkin sedang cari perhatian. Dia kan dari dulu memang sering menyampaikan pernyataan yang kontroversial, tapi kalau yang kali ini mungkin karena ada kasus kemarin sehingga menurut saya mencari perhatian," jelas Ferry.

Meski begitu, dia mengatakan Gerindra punya mekanisme sendiri mengevaluasi setiap sikap kadernya. Itu disebut Ferry harus dilihat dari sejauh mana sikap kader berdampak kepada partai.

"Kalau membaca sikap Arief, yang paling baik adalah dengarkan apa yang tidak dia sampaikan," terang dia.


"Tapi juga pada akar rumput Partai Gerindra. Sebaliknya, Arief harus sadar bahwa Partai Gerindra sekarang sudah menjadi besar dan punya implikasi bukan hanya pada elite partai," imbuh Ferry.

Arief tiba-tiba mengubah sikap politiknya. Tak seperti biasa, kini dia memuji kinerja Jokowi. Berbagai kebijakan pemerintah Jokowi dianggapnya mampu memperbaiki kondisi Indonesia, terutama dalam bidang perekonomian.

Arief menyebut Jokowi sukses memimpin Indonesia. Karena itu, Jokowi mungkin terpilih kembali dalam Pilpres 2019.

"Melihat prestasi Joko Widodo yang bakal meraih kesuksesan, sepertinya bukan tidak mungkin Joko Widodo akan terpilih kembali jika mencalonkan kembali sebagai capres 2019," sebut Arief.
(elz/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed