DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 14:29 WIB

Saat Nazaruddin Tak Tahu Sosok Dudung Purwadi

Faieq Hidayat - detikNews
Saat Nazaruddin Tak Tahu Sosok Dudung Purwadi Dudung Purwadi (dok.detikcom)
Jakarta - Mindo Rosalina Manulang menceritakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin sempat marah karena PT Duta Graha Indah (PT DGI) tidak memberikan commitment fee proyek pembangunan RS Udayana dan Wisma Atlet di Sumsel. Awalnya commitment fee sebesar 20 persen dari nilai kontrak kedua proyek tersebut.

Hal itu disampaikan saat bersaksi sidang perkara korupsi proyek pembangunan RS Udayana dan Wisma Atlet di Sumsel dengan terdakwa mantan Dirut PT DGI Dudung Purwadi.

"Jadi saya biasa ketemu dengan Pak Idris, awalnya commitment fee 20 persen, tapi lama-lama turun, jadi Pak Nazar marah mau ketemu sama bosnya," ujar Rosalina di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Rosalina menyatakan tak mengetahui bos PT DGI meski kerap bertemu dengan Manajer Marketing PT DGI El Idris dan Dirut PT DGI Dudung.

"Setelah bertemu Pak Idris ternyata ada bosnya lagi, yaitu Pak Dudung. Setelah itu, proyek Wisma dan Udayana nggak clear, Pak Nazar marah. Terus minta ketemu sama bosnya. Saya bilang, 'Lho Pak (Nazar) kemarin sudah ketemu sama Pak Idris dan Pak Dudung'," ujar Rosa saat ditanya jaksa mengenai kapan Rosa mengetahui bos PT DGI bukan Idris.

Saat Nazaruddin marah, Rosa mengaku bertanya kepada Idris dan Dudung untuk mengetahui bos PT DGI. Namun Dudung dan Idris hanya tersenyum.

"Pak Nazar bilang pokoknya saya mau ketemu sama bosnya. Ya sudah saya sampaikan, saya bilang Pak Idris bosnya DGI siapa sih, Pak Nazar marah mau ketemu bos DGI. Saya juga tanya sama Pak Dudung, tapi senyum-senyum saja, ya sudah saya balik, saya nggak tahu siapa bosnya Pak Nazar," ujar Rosa.

Dalam perkara ini, eks Direktur Utama PT DGI Dudung Purwadi didakwa melakukan korupsi proyek pembangunan rumah sakit Universitas Udayana dan proyek Wisma Atlet, Sumsel. Dudung didakwa terlibat dalam pembagian fee proyek.

Dudung menyetujui pemberian fee kepada Nazaruddin setelah ada kesepakatan PT DGI dengan pihak Universitas Udayana Rp 41,2 miliar. Pemberian fee tersebut dilakukan kepada PT Anak Negeri sebesar Rp 1 miliar, PT Anugerah Nusantara Rp 2,6 miliar, dan Grup Permai Rp 5 miliar.



(fai/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed