"Saya tidak melihat itu sebagai sebuah pujian, tapi itu adalah sebagai kader Gerindra saya anggap sesuatu yang nyata. Memang sesungguhnya seperti itu, sebagaimana adanya," ujar Taufiqulhadi saat dihubungi detikcom, Rabu (9/8/2017).
Taufiq mengatakan pandangan Arief terhadap Jokowi merupakan sesuatu yang objektif. Jika ingin realistis, kata Taufiqulhadi, itu pengakuan terhadap kinerja Jokowi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perihal sikap Arief yang berbalik arah menjadi memuji Jokowi, Taufiq enggan menanggapi. Hanya, ia menuturkan bisa jadi apa yang dikatakan Arief saat ini sudah ada di benaknya sejak dulu.
"Biar orang lain yang menilai, partainya yang menilai. Saya nggak punya hak, barangkali Pak Arief ingin menyatakan seperti ini sudah lama," ucapnya.
Taufiqulhadi justru mengapresiasi dan sepakat dengan penilaian Arief soal Jokowi. Sebab, itu merupakan sikap yang objektif.
"Saya apresiasi orang bisa berbicara objektif dan apa yang disampaikan oleh Pak Arief saya anggap itu adalah sebuah yang nyata. Keberhasilan Jokowi itu memiliki probabilitas, jadi saya sepakat," jelasnya.
Seperti diketahui, Arief Poyuono, yang merupakan Waketum Gerindra, menyebut Presiden Joko Widodo dapat memimpin Indonesia dua periode. Padahal partai yang saat ini dinaunginya mengusung Ketua Umum Gerindra Prabowo.
"Hampir 3 tahun pemerintahan Joko Widodo sudah mulai menunjukkan arah kemajuan yang nyata yang mulai dirasakan masyarakat. Yang jadi ukuran secara nyata bahwa inflasi dapat terkendali dan tidak ada tanda-tanda krisis perbankan dan keuangan sekalipun banyak negara lain sedang menuju krisis keuangan dan mengalami pelemahan ekonomi dan ledakan pengangguran," kata Arief, Selasa (8/8). (lkw/tor)











































