DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 03:59 WIB

Reshuffle Kabinet Tunggu 2 Menteri Maju Pilgub?

Erwin Dariyanto - detikNews
Reshuffle Kabinet Tunggu 2 Menteri Maju Pilgub? Ilustrasi reshuffle kabinet (Dok. detikcom)
Jakarta - Isu reshuffle kabinet santer terdengar menjelang akhir Juli kemarin. Setidaknya ada 5-7 menteri akan diganti dan bertukar posisi.

Seorang politisi di lingkaran elite PDIP mengaku mendengar ada rencana reshuffle kabinet di bulan Juli kemarin. "Reshuffle Juli atau tidak sama sekali," kata si politisi yang tak mau disebutkan identitasnya tersebut.

Sumber detikcom lainnya di lingkaran Istana membisikkan bahwa kemungkinan reshuffle baru akan dilakukan Oktober. Hal ini bersamaan dengan momen pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur di sejumlah provinsi.


Sejauh ini ada dua nama menteri yang namanya disebut-sebut bakal maju sebagai calon gubernur, yakni Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa untuk Pilkada di Jawa Timur dan Menteri Koperasi Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Pilkada Bali).

"Jika reshuffle dilakukan sekarang, maka Oktober akan ada reshuffle lagi karena ada menteri maju Pilgub," kata sumber tersebut.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio mengatakan saat ini pemerintahan Jokowi sudah akan memasuki tahun keempat. Tahun ke-4 dan ke-5 adalah masa-masa mempersiapkan menghadapi Pilpres 2019.


Menurut Hendri, wajar jika Jokowi ingin merapatkan barisan dengan melakukan reshuffle kabinet. "Nah ini hampir masuk masa injury time pemerintahan Jokowi, jadi sangat wajar bila Jokowi merapatkan barisan, yang kerja lamban siap siap berkemas," kata dia saat berbincang dengan detikcom, Senin (7/8/20170.

Hendri menilai jika Jokowi melakukan reshuffle tahun ini, maka sekalian akan membentuk tim sukses menghadapi 2019. Dia pun memprediksi orang-orang dekat Jokowi yang belum masuk kabinet berpeluang menjadi menteri.

"Tapi saya prediksi orang-orang Jokowi yang sudah dari periode 2014 bersama Jokowi akan aman, paling hanya digeser ke jabatan lain," kata dia.


Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan isu reshuffle muncul di tahun ke-3 karena Jokowi ingin mencari tim terbaik dan loyal kepadanya. Tim terbaik tersebut akan dapat meningkatkan kepercayaan publik kepada Jokowi.

Jika akan melakukan reshuffle, kata Arya, tahun ke-3 adalah waktu yang tepat. Pasalnya di tahun ke-4 dan ke-5 reshuffle akan mengganggu kinerja pemerintah. Selain itu menteri-menteri sudah terbelah. "Stabilitas politik akan menjadi gaduh," kata Arya.

Reshuffle Kabinet Tunggu 2 Menteri Maju Pilgub?Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo/detikcom



(erd/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed