DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 00:42 WIB

Isu Reshuffle Kabinet di Injury Time

Erwin Dariyanto - detikNews
Isu Reshuffle Kabinet di Injury Time Ilustrasi (Kiagoos Auliansyah/detikcom)
Jakarta - Sebuah petisi 'Pertahankan Menteri Susi Pudjiastuti' muncul di laman change.org. Penggagasnya pegiat media sosial Emerson Yuntho. Sejak diluncurkan pada Senin (7/8) pagi, hingga siang hari tercatat sudah ada 116 orang yang mendukung petisi ini.

Emerson mengaku menggagas petisi tersebut karena melihat adanya desakan kuat agar Susi Pudjiastuti dicopot dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan. "Bu Susi ini figur yang tepat (di KKP). Sayang kalau desakan mundur Bu Susi ini menguat dan diambil oleh Jokowi," kata Emerson saat berbincang dengan detikcom, Senin (7/8/2017).

Isu reshuffle kabinet muncul sejak awal Juli lalu. Kabar kocok ulang kabinet menguat ketika PAN sebagai partai pendukung pemerintah memilih sikap berseberangan dengan pemerintah dalam hal angka presidential threshold.

Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, sejak disahkannya Undang Undang tentang Pemilu, hubungan partai-partai koalisi pendukung pemerintah mulai tak harmonis. Akibatnya, sejumlah kader partai tersebut melakukan manuver.

Salah satu manuver adalah meminta Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet. Menteri dari kader partai koalisi yang tak loyal diminta dievaluasi.

"Hubungan memburuk (partai koalisi) menyebabkan adanya manuver di partai koalisi untuk mendorong Presiden melakukan evaluasi terkait sikap PAN," kata Arya.

Namun, dia melihat, Presiden Jokowi masih akan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan reshuffle. Jokowi tak ingin dipersepsikan tertekan oleh partai-partai koalisi. "Jokowi menunggu momentum yang pas (untuk reshuffle)," kata dia.

Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio menilai sangat wajar jika Jokowi ingin melakukan reshuffle kabinet di tahun ketiga pemerintahannya. Dia memprediksi menteri-menteri yang kerjanya lamban akan diganti.

"Ini hampir masuk masa injury time pemerintahan Jokowi. Jadi sangat wajar bila Jokowi merapatkan barisan, yang kerja lamban siap-siap berkemas," kata Hendri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika ditanya soal isu reshuffle ini enggan menjawab, dan hanya melambaikan tangan ke arah wartawan. "Nanti tanya saja (ke Presiden Jokowi). Belum bocor," katanya kepada wartawan di gedung BPPT, Kamis (3/8/3017).
(erd/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed