Tim Dokter RSPP Bolehkan Soeharto Pulang ke Cendana
Rabu, 11 Mei 2005 16:14 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Soeharto belum pulih benar. Seharusnya, Soeharto masih perlu perawatan lebih lanjut di RS Pusat Pertamina (RSPP). Tapi, apa daya Soeharto terus meminta pulang. Demi psikis orang tua, dokter pun mengabulkan. Diperkirakan Soeharto akan meninggalkan RSPP sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (11/5/2005). Sampai saat ini, persiapan terus dilakukan. Bila persiapan sudah oke, rencananya, Soeharto akan langsung dibawa ke rumahnya di Jl. Cendana, Jakarta Pusat. Tim dokter RSPP telah memberikan keterangan terkait kondisi Soeharto terkini. Dalam jumpa pers yang digelar di salah satu ruang di RSPP, Jl. Kiai Maja, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2005) pukul 15.15 WIB, Direktur RSPP dr Sutji Mariono menyampaikan bahwa Soeharto akan pulang sekitar pukul 17.00 WIB. Kondisi Soeharto memang membaik secara keseluruhan. "Pendarahan usus sudah tidak terjadi lagi, meski organ lain belum stabil," kata Sutji. Selama di rumah nanti, Soeharto akan tetap terus diawasi oleh tim dokter. Perawatan yang akan dilakukan di rumah juga tetap sama seperti di RS. "Pemberian obat dan pengamatan terus dilakukan. Infus tetap dilanjutkan," terang dia. Sutji tidak bisa memprediksi kapan Soeharto akan sembuh benar dari penyakit ini. Tapi, bila Soeharto membudayakan hidup sehat dan kondisi psikisnya juga baik, maka Soeharto akan cepat sembuh. Di tempat yang sama, Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Mardjo Soebiandono menambahkan, anemia yang ada pada diri Soeharto sudah membaik. HB saat ini sudah mencapai 11,6 gr%. "Tapi, organ vital seperti otak, jantung, paru-paru dan ginjal masih belum optimal, sehingga perlu perawatan intensif dan observasi ketat," ujar dia. Sebenarnya, kata Mardjo, tim dokter masih menginginkan Soeharto tetap dirawat di RS. Tapi, Soeharto tetap meminta pulang. Ya sudah, perawatan akan dilanjutkan di rumahnya. Nantinya, akan ada dokter kepresidenan yang selalu memantau kesehatan mantan orang kuat ini. Semua peralatan medis seperti di RS juga akan disediakan di rumah Soeharto. Peluang sembuh atas penyakit pendarahan usus ini, Mardjo menyatakan 90:10. "Sekarang sudah tidak 50:50, tapi sudah membaik. Peluang recovery mencapai 90%, di luar penyakit kerusakan otak permanen," jelas dia. Sementara anggota tim dokter lainnya, dr Djoko Rahardjo menambahkan, kondisi Soeharto memang belum ideal. HB Soeharto memang sudah mencapai 11,6gr%. Tapi, ini masih belum normal. Kisaran HB normal 12-13gr%. Seharusnya, kata Djoko, Soeharto memang masih perlu dirawat di RS. "Tapi, kami mempertimbangkan psikologi orang tua," kata Djoko. Meski dibolehkan pulang, tapi Soeharto telah membuat perjanjian. Isinya, bila kondisi nanti memburuk, maka Soeharto harus mau dibawa ke RS.
(asy/)











































