"Ketika saya datangi, dia saja sudah mengakui kesalahannya, mungkin ada yang lihat," ujar pengurus musala Al Hidayah, Rozali dihubungi detikcom, Selasa (8/8/2017).
Ketika ditegur oleh Rozali, terduga pencuri ampli sempat melarikan diri. Pelaku terjatuh dari motor ketika berbelok ke arah Pasar Muara, Babelan, Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rozali mengatakan, MA mencoba lari dari kejaran masa hingga menyeberangi kali. Dalam keadaan basah dan berlumpur pelaku ditangkap warga.
"Saya sudah ingatkan (massa) beliau bukan maling motor tapi maling ampli. Saya juga ingin kalau dia salah biar polisi mengadili," tuturnya.
Rozali mengaku tidak menyangka akhir nasib terduga pencuri ampli tewas dibakar masa. Dirinya juga menyesali emosi warga yang berlebihan.
"Kalau ending seperti ini saya juga tidak setuju, saya mengutuk perbuatan orang tidak mempunyai akhlak," pungkasnya.
Peristiwa keji main hakim sendiri itu terjadi pada Selasa (1/8) lalu. MA dibakar hidup-hidup setelah dituduh warga melakukan pencurian ampli.
Polisi juga sudah melakukan penangkapan pengeroyok MA. Ada 2 pelaku mengaku yang ditangkap. Mereka mengaku tersulut emosi sewaktu di lokasi. (ed/rvk)










































