"Peringkat kemudahan berusaha saat ini meningkat dari urutan 106 pada 2016 lalu menjadi urutan 91 di dunia. Ini tetap harus diperbaiki," Jokowi dalam sambutannya, Selasa (8/8/2017).
"Dari survei itu, Indonesia menempati peringkat pertama dengan Swiss dan lebih tinggi dengan negara maju yang lain," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu semua jangan hanya dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan, majukan, kembangkan dengan baik, dan sebagai pamong praja muda harus menjadi terdepan dalam perubahan pola pikir, dalam perubahan pola sikap, dan tata kelola pemerintahan yang baik," ungkapnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Jokowi juga menjelaskan dunia telah berubah dengan cepat. Di tangan para praja muda, Jokowi berharap bisa menggerakkan perubahan dan beradaptasi dengan kemajuan.
"Jangan bekerja monoton, berpikir linier, dan jangan terjebak oleh rutinitas itu-itu saja. Kita semua harus dapat melakukan terobosan-terobosan. Saya ingatkan agar para praja muda selalu menjadi perajut persatuan Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika," tuturnya.
"Itulah peran Saudara dalam merajut Indonesia dan kerukunan sosial kita. Saya ucapkan selamat bertugas," ujarnya. (dhn/dhn)











































